Yazid Sebut Banyak Raih Prestasi Saat Menjabat Bupati, Lihat Faktanya

oleh -
Yazid Mahfudz saat sambutan di acara serah terima jabatan bupati Kebumen kepada pelaksana harian.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Jabatan Yazid Mahfudz sebagai Bupati Kebumen telah resmi dinyatakan berakhir pada Rabu 17 Februari 2021. Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, ditunjuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati, sembari menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Bulan ini.

 

Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan secara resmi dengan penerapan protokol kesehatan ketat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen,Rabu 17/02/2021, kemarin. Acara juga disiarkan secara langsung melalui Televisi Lokal RatihTV Kebumen.

 

Pada kesempatan itu, Yazid menyampaikan beberapa capaian yang dianggap bagian dari keberhasilannya saat memimpin Kebumen. Salah satunya soal pembangunan gedung Geopark Karangsambung-Karangbolong yang digadang-gadang akan menjadi pusat perbatuan dunia.

 

Pembangunan dan pengelolaan Geopark Karangsambung sebagai pusat batu dunia merupakan ide yang bagus. Namun rencana pembangunan gedung tersebut dianggap bukan langkah yang tepat. Selain tidak sesuai tujuan, pembangunan gedung Geopark Karangsambung memboroskan anggaran pemerintah.

 

Hal itu disampaikan mantan Asisten I Setda Kebumen, Heri Setiyanto, Kamis 18 Februari 2921. Menurutnya, pembangunan geopark itu tujuannya ada dua, yakni untuk memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. Selain itu juga harus didukung seluruh OPD yang ada. Ia melihat dua hal ini belum tersentuh dan Pemerintah hanya lebih fokus pada pembangunan fisik dengan anggaran mencapai Miliaran Rupiah.

 

“Mestinya yang namanya geopark arahnya pada dua hal, yaitu pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kalau kita sudah mampu melakukan itu, orang luar pasti akan datang ke Kebumen, tidak perlu membangun gedung fisik yang besar-besar karena itu sangat memboroskan anggaran di pemerintahan,” ujar Heri.

 

Mantan Asisten 1 Setda Kebumen Heri Setiyanto saat di Caffe Gemintang Kebumen, Kamis 18/2/2021

Pembangunan geopark Karangsambung-Karangbolong memang masih dalam perencanaan. Namun, Heri berharap pembangunan geopark kembali kepada tujuan awal. Yakni, pemerintah tidak fokus pada pembangunan fisik saja, tapi lebih turun ke masyarakat melakukan pemberdayaan pelatihan, dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.

 

“Itu yang penting, karena pembangun gedung yang megah tidak ada apa-apanya tapa dibarengi kemampuan dari masyarakat dalam mengelola alam menjadi sesuatu yang berharga, tanpa merusak lingkungan. Nah! masyarakat ini harus diberdayakan dulu, agar mereka siap dengan kehadiran geopark,” ucapnya.

 

Selain geopark, dalam pemaparannya, Yazid juga menyampaikan kesuksesannya dalam pelebaran jalan kereta api. Program itu memang bagus karena merupakan program nasional dari pusat yang sudah dicanangkan sejak lama.

 

Namun, kata Heri dalam kaitannya dengan KAI, Wakil Bupati Kebumen Arif turut menambahkan kinerjanya dengan menjadikan sejumlah kereta eksekutif berhenti di stasiun Kebumen. Menurut Heri ini sangat bermanfaat untuk mobilitas warga Kebumen.

 

“Kalau soal kereta, kebetulan saya juga sering naik kereta dan ngobrol dengan orang-orang KAI, saya juga banyak yang kenal. Itu mereka menyebutnya ya selalu Pak Arif. Terus juga pernah mengikuti beliau dalam program kerjasama dengan KAI. Alhamdulillah dari hasil lobi-lobi beliau, sekarang kereta eksekutif berhenti di Kebumen,”imbuhnya.

 

Jika dicermati dari apa yang disampaikan Yazid dalam pidato paparannya. Kebanyakan ia hanya menyebut perencanaan program, yang belum terealisasi. Misalnya, sejak awal menjabat ingin membangun Masjid Raya Kebumen seperti daerah lain. Namun sampai saat ini mengaku belum bisa terlaksana.

 

“Terus saya sama Pak Fuad setiap tahun punya program mendirikan masjid besar di pingir jalan nasional. Masjid Agung sudah ada, tapi masjid raya kita belum ada. Nah ini sama sekali belum juga terwujud,” tambah Yazid.

 

Lalu membangun rusunnawa untuk warga yang tinggal di pinggir sungai. Sampai saat ini belum terlaksana. Termasuk relokasi pedagang kaki lima di sekitar alun-alun ke tempat khusus kuliner Kebumen juga belum terlaksana. Begitu juga pelebaran jalan Pemuda yang ingin dibuat seperti Malioboro, Yogyakarta juga belum terlaksana.

 

“Kita rencana membuat rusunawa sudah disetuji sama Pak Menteri. Tapi dengan catatan yang mau menempati harus by name dan by andres. Nah ini yang masyarakat nggak mau. Tidak mau dipindah. Karepe sampai roboh di situ tidak mau pindah. Lah itulah warga kita, susah. Sehingga program itu akhirnya gagal,” ucap Yazid.

 

Yazid juga menyebut Perda paling banyak dilanggar itu adalah Perda Kaki Lima. Ia sudah lama ingin melakukan pengusuran atau relokasi pedagang kaki lima di alun-alun tapi belum terlaksana.

 

“Ya gimana mau diusir, saya tidak tega karena banyak warga saya yang jualan di sini, orang Kutosari,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Yazid menyatakan kemiskinan di Kebumen sakarang naik jadi 17,11 persen. Pengangguran semakin banyak. Pendidikan di Kebumen pun masih rendah. Ia menyebut berdasarkan data Badan, Perencanaan, Penelitian, Pengembangan, Daerah atau Bappeda, 40 persen warga Kebumen hanya lulus SD.

 

“Selebihnya lulus SMP, dan SMA ke depan tidak bisa kepakai,” katanya.

 

Yazid menyatakan, banyaknya pengangguran selain karena faktor pendidikan yang lemah. Juga karena adanya pandemi covid-19. Meski begitu, pemerintah Kabupaten Kebumen juga belum mampu melakukan penanganan covid-19 dengan baik. Angka kematian dan penularan masih cukup tinggi.

 

Dari data resmi Pemkab Kebumen, saat ini jumlah terkonfirmasi Covid-19 ada 6.424 orang. Angka kematian menjadi 241 orang, atau naik 3,8 persen masih cukup tinggi. Agenda pemulihan ekonomi juga belum berjalan dengan baik. Bahkan Yazid sendiri menyebut PAD tahun ini hanya Rp370 miliar, turun dari tahun sebelumnya, yakni Rp420 miliar.

 

“Ini semua karena Pandemi covid,”sebutnya

 

Tidak hanya itu, pariwisata Kebumen yang disebut bakal mendongkrak PAD Kebumen juga belum bisa dikelola maksimal. Selain promosi yang masih kurang, infrastruktur juga belum memadai. Saat ini banyak jalan-jalan rusak di berbagai wilayah kecamatan di Kebumen, hampir merata.

 

Hal ini terungkap, pada saat Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melakukan pertemuan dengan para kepala desa di berbagai kecamatan. Mereka para kepala desa ini rata-rata mengeluh soal infrastruktur. Jalan kabupaten yang menguhubungkan antar kecamatan banyak yang rusak tidak diperbaiki.

 

Para kepala desa ini pun menaruh harapan besar kepada Arif sebagai bupati Kebumen terpilih, ke depan agar bisa secepatnya memperbaiki jalan yang rusak. Karena jalan adalah urat nadi perekonomian warga. Ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata semua sangat tegantung pada kondisi jalan.Jika jalan bagus, maka semua sektor akan bergerak dengan cepat.

 

Selain itu, banyak juga warga yang kesusahan untuk keluar masuk desa karena akses jalan rusak. Khususnya jalan penghubung antar kecamatan. Misalnya jalan yang menghubungkan Desa Pujotirto ke Krajal, Alian. Jalan tersebut kata dia, terlihat sangat rusak dan membahayakan warga.

 

Kembali kepada mantan Asisten I, Heri juga berharap, ke depan satu persatu persoalan yang ada di Kebumen mampu diatasi dengan baik oleh bupati terpilih Arif Sugiyanto bersama wakilnya Ristawati Purwaningsih.

 

Diakuinya, bahwa membangun Kebumen menjadi kabupaten maju memang bukan hal yang mudah dan berat tantangannya. Namun ia meyakini, Arif-Rista mampu menjalankan tugasnya dengan baik membawa Kebumen kedepan semakin sejahtera.(K24/IMAM)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan