ADIMULYO, Kebumen24.com – Dampak pandemi Covid-19 memang benar benar cukup dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para pengusaha terutama dibidang pariwisata lantaran adanya intruksi pemerintah untuk sementara di tutup. Dengan begitu, secara otomatis hampir seluruh pelaku wisata tidak memiliki pemasukan. Akibatnya para pekerjanya banyak yang terpaksa dirumahkan bahkan sebagian di PHK.

 

Namun berbeda halnya yang dilakukan obyek wisata Songging Waterpark, yang berada di Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen. Meski juga terkena imbas corona, namun masih tetap bisa mempekerjakan seluruh karyawannya tanpa harus memberhentikanya. Disini, pihak Owner meliki solusi jitu, yaitu dengan memproduksi bumbu pecel yang pemasarannya kini sudah sampai ke luar negeri.

 

Parminto (41) selaku pengelola obyek wisata Minggu 17 Mei 2020 mengatakan, sejak obyek wisata diminta agar tidak beroprasi oleh pemerintah, Pihak Owner dalam hal ini Paryati, langsung mengambil langkah agar karayawannya yang berjumlah 10 orang itu tetap bisa bekerja dan mendapatkan hak gajihnya secara utuh. Yaitu dengan cara membuat Bumbu Pecel untuk dipasarkan. Alhasil sampai sekarang pesanan terus meningkat.

 

“Sejak wisata tidak boleh beroprasi, Ibu Paryati langsung meminta kami untuk tetap bekerja dan sekarang ini kami diminta untuk memproduksi bumbu pecel”, kata Parminto yang juga termasuk karyawan di situ.

 

Foto Karyawan obyek wisata Songging Waterpark sedang memproduksi bumbu pecel

Lebih lanjut dijelaskan Parminto, bahwa menurutnya solusi ini adalah cara yang tepat untuk mengatasi krisis ditengah pandemi corona. Adapun untuk produksinya sampai saait ini, dalam sehari bisa mencapai 10 kg kacang tanah sebagai bahan baku. Dari 10 kg bahan baku tersebut nantinya bisa menjadi 80 bumbu pecel dalam kemasan 200 gram. Selain dijual sendiri secara online, produk tersebut juga dikirim langsung ke pihak owner untuk di pasarkan hingga ke luar negeri.

 

“Penjualan kita melalui online, sudah sampai ke luar jawa bahkan luar negeri”, imbuhnya.

 

Sementara itu salah satu karyawan Nursani (49) mengungkapkan, dirinya sangat beryukur lantaran ada bumbu pecel jadi masih bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji utuh meski obyek wisata tutup. Meski awalnya sempat bingung, namun karyawan yang bisanya bekerja sebagai mekanik di obyek wisata ini akhirnya dapat menyesuaikanya. Bumbu Pecel baginya menjadi berkah atasi pengagguran.

 

“Biasanya saya disini sebagai mekanik untuk menjaga dan merawat peralatan, sekarang jadi tukang ngracik bumbu, meski awalnya saya bingung karna tidak tahu caranya, namun atas arahan dari Owner lama lama bisa juga dan alhamdulilah saya masih bisa bekerja dan mendapat hasil gaji yang utuh,’’ ungkapnya. (K24/ARTA)

By Redaksi

Redaksi Kebumen24