, , ,

Wabup Kebumen Geram, Distribusi Kartu Sembako Tak Pedulikan Physical Distancing

oleh -1.064 views
FOTO SUASANA PEMBAGIAN KARTU SEMBAKO DI KECAMATAN KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com- Perilaku masyarakat yang patut disayangkan terlihat ketika distribusi kartu keluarga sejahtera program sembako di Pendopo Kecamatan Kebumen. Aktifitas tersebut berbanding terbalik atas himbauan pemerintah tentang penerapan physical distancing, bahkan mereka justru nampak saling berdesakan dan tidak menghiraukan jarak aman.

 

Dari pantauan di lokasi, depan Pendopo Kecamatan Kebumen telah dipadati kendaraan penerima kartu sembako. Memasuki pintu pendopo, mereka sudah saling berdesakan. Begitu pula yang berada di pelataran pendopo, sejumlah warga dari berbagai desa di Kecamatan Kebumen terlihat berkerumun satu sama lain.

 

Sebagian dari penerima merupakan lansia yang ingin mengambil hak atas program pemerintah bagi warga kurang mampu. Dari sekian banyak, masih terdapat warga yang membandel tidak mengenakan masker. Selain itu, tampak pula warga yang mengenakan masker tatapi hanya dikaitkan di dagu saja.

 

Mendengar adanya informasi itu, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto beserta rombongan usai pantauan swalayan di jantung Kota Kebumen langsung mendatangi lokasi. Ia sempat geram melihat kegiatan distribusi kartu sembako yang justru berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

 

“Jangan karena bantuan sembako malah jadi dirawat gara-gara kena corona. Kebumen sudah zona merah, Pemkab sudah kerja keras tapi pihak kecamatan malah seperti ini,” ucapnya, Selasa sore, 19 Mei 2020.

FOTO SUASANA PEMBAGIAN KARTU SEMBAKO DI KECAMATAN KEBUMEN

Kegeraman Wabup memuncak dan sempat melontarkan nada keras kepada pihak terkait yang menangani distribusi kartu sembako. Menurut dia, tidak hanya kali ini saja mendengar kerumunan masa di Pendopo Kecamatan Kebumen melainkan hari sebelumnya juga mendapati laporan serupa.

 

 “Saya kemarin lewat sini parah sekarang juga parah. Ini sangat memalukan sudah di tengah kota, numpuk seperti ini,” tegasnya.

 

Adanya kejadian itu diharapkan menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya Pemkab dalam menangani Covid-19 akan tidak berjalan optimal jika tanpa sinergi yang baik lintas sektoral.

 

 “Kita sudah kerja keras tapi ini pihak Kecamatan malah membiarkan kerumunan warga” ucapnya.

 

Ditemui terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Kebumen Fuat Nur Hadi mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan pihak Kecamatan. Namun karena keterbatasan petugas sehingga tumpukan masa tak terhindarkan.

 

“Kecamatan sudah kerja dari pagi cuma berapa orang jadi capek banget. Kita memang kurang personel untuk menangani warga yang begitu banyak, sampai tadi pagi mau ambruk itu pintu gerbang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pembagian jadwal pengambilan kartu sembako sebenarnya telah dibuat secara bergilir setiap desa guna mengantisipasi kerumunan masa. Namun demikian, suasana saling berdesakan tetap terjadi tanpa memperhatikan physical distancing.

 

 “Hari pertama parkiran semrawut, sama aja bejubel seperti ini dan hari kedua sudah bagus karena pintu ditutup dan parkiran diluar. Tapi mungkin masyarakat taunya dapat uang tanpa peduli adanya corona,” katanya.

 

Sementara, Muryati (62) Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen mengaku sempat mengalami pusing kepala akibat berdesakan dengan penerima kartu lain. Ia terpaksa memilih tempat sejuk sembari menunggu antrian dipanggil oleh petugas.

 

“Kepala rasanya agak mumet, makanya saya minggir mending nunggu cari tempat ngeyub,” jelasnya (K24/Hfd)

Tinggalkan Balasan