Usai Disuntik Vaksin, Wartawan Kebumen Bilang Tidak Sakit dan Aman

oleh -
Wartawan Kebumen Saat Disuntik Vaksin

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejumlah wartawan Kebumen yang tergabung dalam anggota PWI menjalani penyuntikan vaksinasi bersama ASN, tokoh agama dan atlet. Vaksinasi ditangani Satusan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen melibatkan tenaga medis dari RSUD dr Soedirman dan Puskemas.

 

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Kebumen yang juga Sekda Ahmad Ujang Sugiono di Gedung Setda, Jalan Mayjen Sutoyo, Rabu 24 Februari 2021. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr A Budi Satrio, Sekretaris Dinas Kesehatan Kusbiyantoro dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kebumen Asep Nurdiana.

 

Ketua PWI Kebumen Bagus Sukmawan berterima kasih kepada Pemkab Kebumen yang memberikan prioritas kepada awak media anggota PWI ikut vaksinasi tahap kedua pelayan publik. Apalagi vaksinasi dilakukan pada tahap awal sehingga memberikan rasa aman bagi insan media yang tergolong profesi dengan risiko tinggi.

 

“Kami berterima kasih kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Bapak Plh Bupati dan jajaran Dinkes Kebumen yang memberi alokasi kepada wartawan. Bagaimana pun ini sesuai komitmen Presiden Jokowi pada saat puncak Hari Pers Nasional 9 Februari lalu,”jelasnya.

 

k24

Hal senada digungkapkan oleh salah satu Anggota PWI Kebumen Muhammad Tohri. Menurutnya kinerja Pemkab dan Satgas Penanganan Covid-19 selama ini telah proaktif dan memberikan kesempatan kepada wartawan mengikuti vaksinasi.

 

“Tadi saya divaksin, dan saat disuntik tidak terasa sakit,”ucap wartawan Ratihtv Kebumen itu.

 

Lebih lanjut Tohri mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanan vaksinasi guna mengatasi pandemi Covid-19. Apalagi saat divaksin tidak merasakan sakit dan tidak ada gejala apa pun sesudahnya. Bahkan saat disuntik sembari diajak ngobrol dan tidak terasa.

 

‘’ Setelah di vaksin, menunggu sekitar 30 menit dan diberi kartu vaksinasi Covid-19 untuk bukti ikut Vaksin 1 dan 14 hari kemudian akan divaksin kedua, semoga bermanfaat memutus penyebaran Covid-19,”ucap Tohri usai mengikuti vaksinasi di Gedung Setda.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kusbiantoro mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi 10 ribu dosis vaksin. Dengan menyasar kepada 5000 orang pekerja Publik seperti TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD Kebumen Pengusaha, Wartawan dan juga Atlet.

 

” Alhamdulillah kita Kabupaten Kebumen dalam pelaksanaan vaksin mendapatkan alokasi sekitar 5000 sasaran atau 10 ribu dosis,” ucapnya.

 

Pelaksanaan sendiri hari ini ada di 2 tempat yakni di Gedung Sekda Kebumen dengan kuota yang direncanakan adalah 3500 orang dan untuk hari ini ada sekitar 2300 orang yang divaksin. Selain itu, vaksinasi juga dilaksanakan di Polres Kebumen dengan kuota sekitar 900 orang. Sedangkan di Kodim 0709 Kebumen mendapatkan kuota sekitar 600 orang, akan tetapi pelaksanaannya sendiri ditunda, karena masih menunggu instruksi lebih lanjut.

 

Ditambahkan, pemberian vaksinasi sendiri dilaksanakan dalam 2 tahap, dimana usai dilakukan vaksin yang pertama, maka akan kembali divaksin setelah 14 hari kemudian untuk rentang umur antara 18 hingga 59 tahun. Sedangkan untuk lansia antara umur 60 tahub keatas harus menunggu selama 28 hari untuk kembali diberikan vaksinasi.

 

” Pelaksanaan vaksinas ke dua untuk yang berumur 18 sampai 59 tahun itu 14 hari kemudian, tapi kalo ada beberapa tadi ada tokoh agama yang usia diatas 59 tahun, itu setelah 28 hari akan mendapatkan suntikan yang kedua,” imbuhnya.

 

Usai divaksin para peserta akan mendapatkan surat keterangan sudah divaksin, surat tersebut kemudian digunakan kembali untuk mendaftar pada vaksinasi kedua. Akan tetapi untuk vaksinasi selanjutnya akan dilaksanakan di puskesmas dan rumah sakit setempat.

 

” Untuk hari ini masing masing mendapatkan surat keterangan atau kartu sertifikat vaksinasi tahap 1 atau suntikan pertama, disitu menyebutkan tempatnya maka besok untuk suntikan kedua kembali ke tempat tersebut,” katanya.

 

Disebutkan vaksinasi bukan suatu langkah terakhir kegiatan yang  dilakukan dalam rangka pencegahan dan penanganan covid 19 secara komprehensif. Akan tetapi semua dikembalikan kepada perilaku masing masing masyarakat, maka usai dilakukan vaksinasi bukan berarti terbebas dari covid 19, untuk itu kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan.

 

” Sekali lagi penyakit menular dalam halnya covid sangat tergantung dari perilaku kita, maka setelah divaksin bukan berarti kita bebas tanpa resiko terkena covid, tapi protokol kesehatan tetap harus kita lakukan seperti 3 M atau 5 M ini tetap kita lakukan,” jelasnya.(k24/imam).