Untuk Penanganan Stunting, Desa Bumiharjo Dapat Program B2SA dari Bapanas

oleh -177 Dilihat

KLIRONG, Kebumen24.com,- Guna menekan angka stunting di Desa Bumiharjo Kecamatan Klirong, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan program beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Bantuan diberikan terdiri dari 4 kegiatan, yakni pembuatan Kebun B2SA, Dapur B2SA, Rumah Bibit B2SA dan juga pemberian makanan tambahan bagi anak stunting.

Desa Bumiharjo juga telah menyiapkan lahan seluas 15 X 15 meter, untuk merealisasikan program tersebut. Dimana, pihak desa juga telah menganggarkan dana desanya untuk penanganan kasus stunting, yang saat ini mencapai 21 kasus di desa tersebut.

Bantuan sendiri diberikan di Kantor Desa setempat Selasa, 22 November 2022. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Penggerak PKK Kabupaten Kebumen Iin Windarti, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Eko Riyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Teguh Yuliono, Camat Klirong Eko Purwanto dan juga Kepala Desa Bumiharjo Aris Hargiantara serta Kelompok Wanita Tani (KWT) dan penggerak PKK Desa Bumiharjo.

Teguh Yuliono menuturkan dengan adanya program B2SA dari Bapanas, diharapakan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Bumiharjo, melalui penanaman sayur mayur dan budidaya ikan. Sehingga, hal tersebut mampu menurunkan kasus stunting di desa tersebut.

Selain itu, dari program ini masyarakat juga diajarkan bagaimana cara memasak atau mengolah makanan yang memiliki nilai gizi tinggi melalui dapur B2SA dengan pemanfaatan komoditas di Kebun B2SA. Hal ini tentunya akan saling berkaitan, yang kemudian bisa meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Pihaknya berharap, program Bapanas ini bisa terus berlanjut di Desa Bumiharjo. Agar masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari program tersebut, sesuai dengan yang diharapkan.

” Alasan dipilihnya desa ini mendapat program dari Bapanas karena angka stuntingnya cukup banyak tercatat ada 21 kasus stunting,” ucapnya.

Sementara itu Kades Bumiharjo Aris Hargiantara menyampaikan Terima kasih kepada pihak terkait, yang menjadikan Desa Bumiharjo sebagai Pilot Project pelaksana B2SA dari Bapanas. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk penanganan kasus stunting di Desa Bumiharjo.

Dikatakan, untuk mendukung program tersebut Desa telah menyiapkan lahan seluas 15X15 meter untuk dijadikan Kebun B2SA. Lahan tersebut, digunakan untuk penanaman sayur dan penyemaian bibit dengan green House, juga untuk budidaya ikan.

” Kami sudah menyiapkan semua alatnya untuk segera kami laksanakan dan lahan sudah siap untuk dikerjakan, luasnya sekitar 15X 15 Meter dan ini cukup untuk menanam beragam sayur mayur dan buah buahan dan memelihara ikan lele, tapi menggunakan media ember yang sudah kami siapkan dan akan segera kami laksanakan, dan disitu ada penyemaian bibit dengan Green House,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan adanya program ini bisa menurunkan angka stunting, yang saat ini ada 21 kasus. Selain itu, Desa Bumiharjo juga telah menggelontorkan dana desanya untuk penanganan stunting, dengan memberikan makanan tambahan untuk bayi selama 1 Bulan. Melalui program ini menurutnya juga mampu meningkatkan kreatifitas dari Kelompok Wanita Tani Desa Bumiharjo dalam pemanfaatan lahan yang ada.

” Saya berharap angka stunting bisa kita tekan semaksimal mungkin,” ujarnya.(k24/imam).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24