Uniknya Kebumen, Ngunduh Mantu Diringi Musik ‘’Kompangan’’

oleh -

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com,- Kabupaten Kebumen memang kaya akan tradisi dan budayanya. Tak heran jika setiap warga desa nya memiliki ciri khas budaya masing masing yang hingga kini masih terus dipertahankan. Salah satunya Tradisi ‘’Kompangan’’ saat Ngunduh Mantu, atau menyambut kedatangan pengantin Putri ke rumah mempelai putra.

Seperti halnya di Desa Tambakrejo Kecamatan Buluspesantren, Minggu 6 Juni 2021 itu. Kompangan menjadi musik pengiring saat prosesi ‘’Ngunduh Mantu’’ Pasangan pengantin bernama Farid dan Mekar. Meski sempat terhenti akibat pandemi covid 19, tradisi ini kini kembali dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Uniknya, kompangan ditabuh dengan sambil berjalan kaki. Pasangan pengantin pun berjalan bagaikan Raja dan Ratu diringi musik rebana dan lantunan Sholawat Nabi, dengan harapan mendapat berkah. Ini menunjukan masyarakat Kabupaten berselogan Beriman sangat kental dengan budaya religiusnya.

Salah satu anggota Grup Kompangan Samakun (65) mengatakan, Kompangan sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat saat Ngunduh Mantu. Namun tak dapat dipungkiri, pada saat covid 19 merebak, dirinya dan anggota lainnya harus menggantungkan rebananya dikarenakan tidak adanya hajatan di masyarakat.

‘’ Saat berhenti kami tetap giat berlatih. Ini dilakukan agar ketika kembali menabuh rebana kami tetap bisa kompak bersama dengan anggota yang lain,’’imbuhnya.

Sementara itu Farid dan Mekar mengaku sangat senang dengan musik Kompangan tersebut. Menurutnya tradisi ini bisa menjadi sebuah kenangan di kemudian hari. Keduanya berharap tradisi Kompangan tersebut bisa tetap dipertahankan dan dilestarikan. Termasuk generasi muda nanti.

” Awalnya si kaget, begitu tiba langsung disambut dengan musik rebana, akan tetapi kami senang dan ini cukup meriah,” ujarnya.(K24/IMAM).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24