KEBUMEN, Kebumen24.com – Dua orang pria berinisial RH (41) warga Kuwarasan dan RY (40) warga Adimulyo, hanya bisa pasrah saat ditangkap jajaran Satreskrim Polres Kebumen lantaran telah melakukan penipuan terhadap korban bernama Edi Purnomo. Akibat penipuan yang dilakukan para pelaku korban yang merupakan seorang pengusaha toko bangunan asal Desa Jatiroto Kecamatan Buayan itu mengalami kerugian hingga nyaris 1 miliar rupiah.

 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat menggelar pres release di Mapolres mengatakan, Keduanya diamankan pada Kamis 7 Mei kemarin di wilayah Kecamatan Adimulyo. Setelah tertangkap, kedua tersangka mengakui perbuatannya kepada petugas dan menjelaskan bahwa penipuan dilakukan bersama pelaku lain berinisial ASS yang kini masih buron.

 

‘’ Berdasarakan pengakuan kedua pelaku, penipuan dilakukan bersama ASS yang kini masih Buron,’’ungkap Kapolres Selasa 19 Mei 2020.

 

Foto : Pres Rilis Di Mapolres

Adapun kasus penipuan ini berawal, saat tersangka RH melakukan kerjasama dengan korban terkait pembangunan jembatan dan talud. Kerjasama ini berlaku dimana tersangka mengambil material di tempat korban dan akan membayar jika pekerjaan selesai. Setelah berakhir, RH tidak kunjung melunasi pembayaran hutang material Rp 86,8 juta dan berdalih belum dibayar oleh tersangka lain RY selaku pemberi kerja.

 

‘’ Penipuan yang dialami korban ini berlangsung mulai Agustus tahun 2019 hingga Maret 2020. Para tersangka mengaku meminjam uang untuk pencairan dari bank lantaran terblokir. Akan tetapi sudah ditunggu tidak kunjung dikembalikan,”imbuh AKBP Rudy.

 

Kamudian, lanjut Kapolres, korban pun sempat berupaya menagih uangnya kepada para tersangka. Bukan uang kembali namun korban justru tertipu untuk keduakalinya. Dimana tersangka RY meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk mencairkan uangnya lantaran diblokir oleh Bank Indonesia Kanwil Jawa Tengah. RY mendapatkan uang dari korban Rp 274 juta.

 

Setelah menunggu cukup lama, tersangka tidak juga kunjung melunasi hutang yang telah dijanjikan. Korban kemudian mendatangi rumah RY untuk menagih namun pada kesempatan itu terjadi penipuan kembali. Dimana pelaku lain berinisial ASS, melakukan video call kepada korban dan mengaku menjamin atas hutang RH dan RY. Dirinya kembali meminjam uang kepada korban senilai Rp 565 juta dengan alasan mencairkan uang karena rekening terblokir.

 

“Para tersangka memberikan jaminan berupa emas batangan seberat sekitar 1 kilogram dan cincin senilai Rp 900 juta,”jelas Kapolres.

 

Foto : Pres Rilis Di Mapolres

Setelah itu korban pun tidak mendapatkan imbalan iktikad baik dari ketiganya. Korban kemudian mengecek keaslian emas yang dijanjikan namun betapa kagetnya dirinya karena perhiasan sebagai jaminan adalah palsu. Merasa tertipu dengan nominal Rp 924 juta, korban lantas melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

 

”Atas perbuatan tersangka, maka dikenakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara,”tandas Kapolres Kebumen. (K24/THR)

By Redaksi

Redaksi Kebumen24