KEBUMEN, Kebumen24.com,- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Dispermades P3A ) Kebumen, membesuk keluarga Mahludin yang menjadi korban penganiyaaan di Desa Argopeni Kecamatan Kebumen. Kedatangannya tak lain hanya untuk memberikan support dan pendampingan terhadap korban khususnya ibu dan anak yang turut menjdi korban pada peristiwa sadis itu.

 

Kabid Dispermades P3A Kebumen Marlina Indrianingrum mengatakan turut prihatin dan menyayangkan peristiwa kenapa bisa terjadi. Menurutnya, nasib yang dialami anak dan istri Mahludin merupakan korban kekerasan dari pelaku. Untuk itu, Dispermades P3A Kabupaten Kebumen perlu melakukan Assessment dan memberikan support kepada mereka.

 

Support tersebut diwujudkan seperti memberikan pelayanan secara komprehensif melalui tim Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak P2TP2A Kebumen yang terdiri dari RSUD Kebumen dan juga Polres Kebumen. Selain itu dalam penanganan kasus berbasis gender dan anak ini seluruh biaya di Rumah Sakit akan ditanggung pemkab melalui Jamkesda Kebumen. 

 

‘’ Soal biaya pengobatan Pemkab yang nanggung, jadi keluarga tidak perlu khawatir lagi untuk masalah pembiayaan baik selama pelayanan di rumah sakit maupun pendampingan dari psikolog,’’ucap Marlina saat mengunjungi rumah keluarga korban Jum’at, 19 Maret 2021

 

Dijelaskanya, bahwa korban bernama Akbar yang masih berumur 8 tahun perlu diberikan pendampingan pemulihan secara psikologi. Hal ini dikarnakan saat itu akbar secara tidak sengaja melihat langsung kejadian tersebut dan ini tentu sangat berdampak pada psikologinya. Maka dari itu, pemkab akan segera memberikan pendampingan untuk pemulihan psikisnya.

 

“Kajadian yang seharusnya tidak dilihat anak anak namun ini terjadi. Untuk itu harus ada upaya pemulihan pesikologis anak tersebut supaya tidak trauma,’’imbuhnya.

 

Sementara itu, Mahludin selaku orang tua Akbar dan sekaligus korban mengaku masih sangat trauma dan terpukul akibat kejadian itu. Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa terus memberikan pendampingan kepada anaknya.

 

Saat kejadian, Mahludin menceritakan saat itu anaknya sedang menonton TV di ruang tamu. Namun tak lama kemudian datang pelaku dengan membawa sabit dan langsung membacokanya ke arah anaknya hingga urat pergerakanya  putus. Kemudian sang ibu akbar sempat berusaha menolong namun justru turut mendaji korban pelaku lantaran sudah kalap atau gelap mata.(K24/IMAM).

By Redaksi

Redaksi Kebumen24