Tidak Pakai Masker, Sejumlah Warga di Kebumen Diberi Sanksi Push Up dan Nyanyi Lagu Kebangsaan

oleh -971 views
FOTO WARGA SURUH PUSH UP

KEBUMEN, Kebumen24.com – Penegakan Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perbup No 68 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19 di Kabupaten Kebumen mulai diterapkan. Hal ini dilakukan mengingat jumlah kasus covid 19 di Kebumen semakin hari kian meningkat.

 

Seperti yang dilakukan petugas Gabungan antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BPBD Kebumen pada Senin 14 September 2020. Operasi Yustisi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan yang dilakukan secara serentak di Kabupaten Kebumen ini, dilaksanakan usai Apel di Mapolres Kebumen.

 

Adapun sasaranya, yaitu sejumlah tempat keramaian seperti seputaran Tugu Lawet, Pasar Tumenggungan, Pasar Gombong, Pasar Prembun, Pasar Wonosari, Pasar dan Alun alun Karanganyar serta Pusat Perbelanjaan dan Ruang pelayanan Publik.

 

Dalam Oprasi tersebut, sejumlah warga masih kedapatan tidak mengenakan masker. Warga yang tidak menggunakan masker langsung diberi teguran dan sanksi beruap menyapu atau membersihkan sampah di jalan. Selain itu, warga yang tidak menggunakan masker juga diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan push up dan lain lain.

 

FOTO WARGA SEDANG DIMINTA MENYAYIKAN LAGU KEBANGSAAN

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap aturan-aturan mengenai protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah. Terkait teguran dan sanksi yang diberikan, diharapkan masyarakat bisa tetap waspada dan selalu mengedepankan protokol kesehatan ketika sedang beraktivitas.

 

“Untuk operasi kali ini kami masih menemukan beberapa masyarakat yang tidak mengenakan masker, dan langsung ditindak dan diberi arahan agar tidak mengulangi lagi. Dengan begitu diharpakan dapat memutus matarantai penyebaran penularan Covid 19 di Kabupaten Kebumen,’’tagas Kapolres.

 

FOTO Operasi Yustisi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kebumen Danang Dwi Hartanto menjelaskan bahwa teguran dan saknsi yang berikan kepada warga yang tidak mengikuti protokol kesehatan merupakan Sanksi Sosial yang terukur. Sanksi tersebut bersifat mendidik agar masyarakat kedepan lebih peduli dengan kesehatan.

 

‘’Sanksi yang kita berikan tetap terukur dan bersifat mendidik, agar masyarakat bisa lebih peduli dan disiplin dengan protokol kesehatan,’’ujar Danang.

 

Kedepan kegiatan ini akan dilakukan secara rutin, mengingat Kabupaten Kebumen kasus Covid-19 terus meningkat.

 

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan data Gugus Tugas Covid 19 di Kabupaten Kebumen hingga hari ini, Senin malam 14 September 2020, jumlah pasien Covid-19 tercatat sebanyak 300 orang terkonfirmasi positif, 11 meninggal dunia, 89 orang dalam isolasi dan 200 orang sembuh.(K24/ARTA).

Tinggalkan Balasan