Tak Ada Acara Pesta Hajatan, Pedagang Pasar Tumenggungan Keluhkan Sepinya pembeli

oleh -
FOTO PEDAGAMNG PASAR

KEBUMEN, Kebumen24.com- Meningkatnya kembali kasus positif covid 19 di Kebumen memilki dampak yang cukup signifikan di masyarakat. Tak terkecuali bagi para pedagang di pasar tumenggungan Kebumen yang mengeluhkan sepinya pembeli.

 

Seperti hal nya diutarakan Siti, salah satu pedagang daging sapi Selasa 29 September 2020. Dirinya mengatakan sepinya daya beli masyarakat sangat dirasakan sejak satu pekan ini. Padahal untuk harga sendiri terbilang masih setabil, yakni dari Rp 105 sampai Rp 110 ribu rupiah per kilogramnya.

 

Menurutnya, hal ini dikarnakan meningkatkanya kasus covid 19 sehingga masyarakat yang seharusnya menyelenggarakan pesta hajatan kini mulai berkurang lantaran adanya himbauan dari pemerintah.

 

” Harga daging sebenarnya stabil, tapi mumgkin karana sekarang sepi orang hajatan jadi pesanan daging juga menurun,’’ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan Asih salah satu pedagang daging ayam. Menurutnya sejak taka da lagi orang menyelenggarakan pesta, permintaan daging ayam menurun drastis. Adapun untuk harga, dari yang semula Rp 26 ribu, kini menurun menjadi Rp 25 ribu perkilogramnya. Penurunan tersebut karena stok melimpah.

 

Disisin lain, peningkatan harga justru terjadi pada komoditas sayur mayur yaitu cabai. Meski begitu kenaikan rata rata hanya 2000 sampai 3000 rupiah perkologramnnya. Seperti harga cabai rawit yang semula hanya 9 sampai 10 ribu kini menjadi 12 sampai 13 ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan untuk cabai merah besar dan cabai kriting saat ini menyentuh harga 25 ribu rupiah dari yang sebelumnya hanya 18 ribu rupiah di tingkat pengecer.

 

‘’ Kalo untuk bahan kebutuhan lain cenderung stabil dan tidak ada kenaikan harga seperti halnya Bawang Merah besar saat ini di harga Rp 30 ribu dan yang standar Rp 25 ribu perkilogramnya, selain itu harga bawang putih juga cenderung stabil di harga Rp 20 ribu perkilogramnya,’’ungkapnya. (K24/IMAM).