Bejat..,Seorang Kakek di Kecamatan Sempor, Tega Setubuhi Cucu Kandungnya Sendiri

oleh -1.672 views
FOTO PELAKU DAN ILUSTRASI KORBAN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Entah Setan apa yang merasuki kakek berinisial MI (55) warga Kecamatan Sempor hingga tega merenggut kegadisan cucu kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Korban sebut saja Bunga (14) diduga jadi korban persetubuhan Kakeknya sendiri sejak korban berusia 12 Tahun atau tahun 2017 lalu.

.

Aksi persetubuhan terakhir dilakukan tersangka pada bulan September 2019 saat rumahnya sepi dan terbongkar pada tahun 2020 setelah korban berani menceritakan kepada ibunya. Kala itu korban selalu mendapatkan ancaman jika tidak menuruti syahwat sang kakek.

 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat menggelar Pres Rilis di Mapolres menjelaskan, pada bulan Desember 2019, korban memaksa ibunya agar pulang ke Sempor. Akhirnya pada bulan April 2020 ibunya pulang dan sesampainya di rumah, korban selalu membuntuti ibunya kemana pergi. Hal Ini yang membuat ibunya lalu curiga.

 

‘’ Saat ditanya ibunya, korban akhirnya menceritakan semuanya. Bak disambar petir di siang bolong, perasaan ibunya hancur seketika pada saat itu,’’jelas AKBP Rudy didampingi Kasat Reskrim AKP Afiditya dan Kapolsek Sempor Iptu Sugito, Kamis 10 September 2020.

 

FOTO PRES RLIS

Lebih jauh Kapolres mengungkapkan, bahwa diektahui Bunga sejak kecil hidup bersama kakek dan neneknya di Sempor. Sedangkan ibunya, merantau di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

 

Korban yang masih kecil tak berani melawan ajakan kakek. Bahkan seringkali kakek mengancam akan membunuhnya jika ia bercerita kepada seseorang tentang tindakan asusilanya.

 

Suatu ketika, Neneknya pernah memergoki suaminya memegang bagian tubuh sensitif korban, namun tidak berani melerai. Tersangka dikenal pribadi yang galak, jadi nenek memilih diam.

 

Setelah mendengar cerita anaknya, ibunya sempat takut melaporkan ke Polsek karena galaknya tersangka. Namun pada akhirnya, ibunya berani melaporkan ke Polsek pada bulan September ini dengan dukungan keluarga.

 

“Setelah ibunya datang ke Polsek Sempor, melaporkan peristiwa itu, kami datang ke rumah tersangka dan melakukan penangkapan,” ungkap AKBP Rudy.

 

Tersangka ditangkap pada hari Rabu tanggal 02 September 2020 sekira pukul 20.00 Wib di rumahnya. Respon keluarga saat tersangka MI ditangkap polisi bukannya sedih, justru berterimakasih kepada Polres Kebumen. Keluarga berharap, sang kakek bisa bertaubat setelah menjalani hukuman.

 

Akibat terbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3)  jo Pasal 76D UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.(K24/THR).

Tinggalkan Balasan