PADURESO, Kebumen24.com – Jenazah korban tanah longsor di Dukuh Krajan RT 1 RW 2 Desa Kalijering kecamatan Padureso atas nama Jemarun (48) berhasil ditemukan oleh tim sar gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Jemarun ditemukan di hari ke enam pencarian, dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah korban pada Minggu 14 Februari 2021, sekira pukul 09. 00 wib.

 

Usai evakuasi, selanjutnya jenazah dimandikan dan kemudian di sholatkan. Setelah itu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Adapun proses penyolatan jenazah dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

 

‘’ Alhamdulilah di Hari ke enam ini korban atas nama Jemarun berhasil ditemukan. Tentuya ini semua berkat kerja keras dan kekompakan tim,’’ucap Arif Sugiyanto yang juga Bupati Kebumen terpilih itu.

 

k24

Selain itu, dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh petugas tim SAR gabungan TNI, POLRI serta para relawan yang turut membantu selama proses pencarian para korban. Menurutnya ini bentuk kerjasama yang baik dari berbagai pihak.

 

‘’ Atas nama pemerintah Kabupaten Kebumen saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam proses pencarian korban tanah longsor ini. Saya yakin ini karna dilandasi karna panggilan hati, kalo bukan karna itu tidak mungkin anda anda sekalian ada disini rela bersusah payah mencari korban,’’ujar Wabup Arif didepan seluruh tim.

 

Lebih lanjut Arif juga menjelaskan dengan ditemukannya ketiga korban maka kegiatan basarnas dintakan telah ditutup. Sedangkan untuk proses selanjutnya yakni relokasi bangunan dengan jumlah sebanyak 24 rumah. Biaya relokasi juga nantinya akan di support oleh kementrian sosial pusat.

 

‘’ Untuk kegiatan Basarnas hari ini ditutup, akan tetapi bagi BPBD dan Perkim LH merupakan kegiatan Awal untuk proses relokasi. Dan Alhamdulilah kemarin ibu mentri sosial sudah menyampaikan siap membantu proses pembangunan relokasi rumah. Untuk nominal anggaran tentu akan kita kordinasikan terlebih dahulu nanti.’’imbuh Arif.

 

k24

Adanya musibah ini Wabup Arif menghimbau kepada seluruh masyarakat yang di sekitar lokasi untuk selalu waspada dan berhati hati, mengingat kondisi curah hujan saat ini masih cukup tinggi.

 

‘’ Untuk warga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi agar tetap menjaga kewaspadaan karna curah hujan saat ini masih tinggi,’’imbaunya.

 

Seperti diketahui, sebelumnya duua jenazah lain korban longsor pada Selasa kemarin ditemukan meninggal dunia. Tarsinah (60) ditemukan pertama kali pada Rabu pagi dan sore harinya jenazah kedua ditemukan atas nama Doniatun. Keduanya telah dimakamkan oleh masyarakat.

 

Selain itu longsor juga menimpa sedikitnya tujuh rumah warga dengan jumlah 6 kepala keluarga yang terdiri dari 14 jiwa. Tiga orang hilang yakni Tarsinah, Doniatun dan Jemarun.

 

Berdasarkan laporan BPBD Kebumen, kerugian akibat tanah longsor sekitar Rp 1,22 miliar. Tujuh rumah yang mengalami kerusakan yaitu Gumun Mujiono, Sri Rejeki, Tarsinah, Mitro Utomo, Jemarun, Tri Mulyadi dan Kirwanto. Korban selamat sementara mengungsi ke balai desa dan rumah warga yang tidak terdampak bencana.

 

Bencana longsor ini pun menyita perhatian pemerintah pusat. Kepedulian ditunjukkan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang langsung meninjau lokasi longsor, Jumat kemarin. Selain memberikan bantuan kepada korban terdampak, Mensos Risma juga menghibur anak-anak. Ia juga berjanji membantu proses relokasi bagi warga yang terdampak bencana. (K24/THR).

By Redaksi

Redaksi Kebumen24