Resmikan Gedung Muslimat NU, Bupati Arif : Santri Tidak Mampu Pemerintah yang Bayar

oleh -
Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, SH Memberikan Potongan Tumpeng kepada Tokoh NU

KEBUMEN, Kebumen24.com – Gedung Muslimat NU di Kecamatan Kutowinangun secara resmi diresmikan oleh Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, SH. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, Minggu 14 Maret 2021.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kebumen Dawamudin Masdar, Kabag Kesra Wahib Taman serta para tokoh Nu dan Pengurus Muslimat Nu Kecamatan setempat.

 

Dalam sambutanya Bupati menyampaikan selamat dan berharap dengan gedung baru ini program dan kiprah Muslimat NU bisa lebih maju dan bermamfaat bagi masyarakat. Disisi lain Arif juga meminta kepada seluruh pengurus Muslimat agar bisa turut berperan aktif mendukung program program pemerintah Kabupaten Kebumen. Terkhusus Porgram 100 Hari Kerjanya.

 

Bupati mengatakan beberapa Program 100 Hari Kerja yang tengah dijalankan yaitu Sibusah atau Santri Kebumen Sehat dan Berkah. Program untuk meningkatkan derajat kesehatan para santri sehingga terwujud santri kebumen yang bersih dan sehat.

 

‘’ Program ini Kita berikan untuk mewujudkan santri i hidup bersih dan sehat dengan bimbingan dari dinkes supaya kesehatan santri betul betul dipastikan baik. Jadi tidak perlu menunggu sakit baru dikontrol. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,’’ucap Bupati.

 

Kemduain Program Basuh atau Bapak Asuh. Dalam hal ini bantuan berupa beasiswa bagi santri dari keluarga kurang mampu yang mondok. Melalui program ini pemerintah hadir dan akan didukung oleh Basnaz, Laziznu, Lazizmu dan semua komponen bersama sama untuk mewujudkan pondok pesantren yang maju dan berkembang.

 

‘’ Melalui program ini Kami bertekat mewujudkan pondok pondok pesantren di kabupaten Kebumen supaya terisi . Saya banyak pondok pesantren Imamnya, Kyainya, Pengasuhnya dan Makmumnya tinggal sedikit, Nah ini kedepan akan kita dorong supaya pesantren pesantren maju, Bagi santri tidak mampu Kita berikan pendidikan di pondok pesantren gratis,Pemerintah yang bayar,’’imbuhnya.(K24/THR).