Resmi Dilaunching, Komunitas NRK Siap Berbagi Kepedulian Sosial Membangun Kebumen

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejumlah pengusaha di Kebumen membentuk sebuah Komunitas sosial bernama Nyong Rika Kebumen (NRK). Komunitas ini secara resmi di Launching bertepatan dengan acara Silitaruhami dan Ngopi Bareng, serta santunan anak yatim piatu.

Launching ditandai dengan pemotongan tumpeng, oleh Ketua NRK Dadiyono, di Gedung Resto Ayam Kambal Jalan Soetoyo Kebumen, Minggu 4 April 2021. Kegiatan berlangsung penuh Khitmad dan dihadiri oleh sejumlah anggota dari berbagai komunitas di Kebumen.

Adapun santunan diberikan kepada 25 anak yatim piatu dan 25 guru ngaji muhsola. Acara mengambil Tema Bersama Membangun Kepedulian Sosial Masyarakat Kebumen.

Dadiyono mengatakan, dibentuknya komunitas ini tidak lain sebagai wujud kepedulian dirinya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kebumen. Setidaknya ada dua fokus utama yang ditekankan dalam komunitas ini, pertama fokus pemberdayaan ekonomi. Kedua adalah kepedulian sosial.

Karena itu, ia mengajak kepada para pelaku usaha baik pelaku usaha menengah kecil atau menengah untuk terus mengembangkan bisnisnya masing-masing, dan memberikan ilmu dan pengalamannya kepada yang lain. Dimana golnya dari pemberdayaan ekonomi adalah munculnya kepedulian sosial terhadap masyarakat Kebumen.

“Jadi NRK ini penekanannya adalah saya kalian adalah orang Kebumen. Kita orang Kebumen. Sebagai orang Kebumen kita harus tumbuhkan kecintaan kita terhadap kampung halaman atau tanah kelahiran. Harus bagga jadi orang Kebumen. Banyak potensi-potensi yang dimiliki anak-anak Kebumen yang bisa dikembangkan untuk kemajuan kabupaten kita,” ujar Yono.

Dadiyono yang juga merupakan pengusaha UMKM Resto Ayam Kambal ini mengungkapkan, banyak orang Kebumen baik yang di Jakarta dan di Kebumen yang sukses mengembangkan bisnisnya dimulai dari nol. Seperti halnya dirinya yang membangun bisnis kuliner benar-benar dari bawah, mulai dari pedagang kali lima, sampai sekarang memiliki puluhan Resto di Jakarta.

“Karena saya memang bidang pengusaha dibidang kuliner, saya juga ingin mengajak siapapun orang Kebumen yang sudah mengembangkan bisnisnya untuk ikut membantu mereka-mereka yang masih merintis dari bawah. Karena saya juga pernah merasakan pernah diposisi mereka yang saat ini masih di bawah,” ungkapnya.

Untuk itu di NRK ini yang mayoritas diisi dari para pelaku usaha baik yang ada di Jakarta maupun di Kebumen, bisa dijadikan wadah untuk berdiskusi satu sama lain. Saling bertukar ide satu sama lain, tentang bagaimana cara bisa mengembangkan usaha. Bahkan NKR ke depan juga akan membuat pelatihan tentang kewirausahaan.

“NRK ini bisa dijadikan wadah diskusi untuk bertukar pikiran bagaimana caranya mengembangkan bisnis. Tidak boleh pelit ilmu. Harus bisa saling berbagi. Kita ingin pelaku UMKM di Kebumen bisa semakin tumbuh subur dengan segala kreativitasnya,” terangnya.

Selain menguatkan kemandirian ekonomi, nanti NRK ini juga akan fokus dalam persoalan sosial. Disisi lain pihaknya juga akan turut serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Misalnya memberikan santunan kepada anak yatim, dan guru ngaji. Termasuk memberikan bantuan untuk pembangunan mushala.

“Ke depan kita akan juga melakukan Gerakan Peduli Langgar atau Mushala. Jadi kita akan mencari langgar-langgar yang aktif. Jika ada kondisinya tidak layak, tapi aktif kegiatanya, maka kita akan melakukan pembenahan fisik,” terangnya.

Dadiyono memastikan, komunitas ini murni fokus pada persoalan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Tidak ada kepetingan politik, ada unsur gerakan politik di dalamnya.

“Saya tegaskan NRK ini bukan gerakan politik. Murni pemberdayan ekonomi dan sosial. Karena saya dan teman-teman merasa sudah berada dizona nyaman sebagai pengusaha, jadi tidak tertarik dengan politik,” tegasnya.

Bagi dia, pemerintah sifatnya adalah mitra. Untuk itu, pihaknya ke depan juga akan menggandeng pemerintah untuk ikut memberikan pengayoman. Bagaimanapun kata dia, pemerintah adalah yang punya aturan. Maka keberadaan UMKM juga harus tidak boleh melanggar aturan.(K24/THR).

.

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan