Pukul Mantan Istri, Bekas Kades Ayamputih Ditangkap Polisi

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com – Diduga telah melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya sendiri, seorang pria berinisial SY alias Gonder (45) kembali berurusan dengan polisi. Pelaku merupakan mantan Kades Ayamputih Kecamatan Buluspesantren

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Buluspesantren AKP Sumardi saat konferensi pers menjelaskan, tersangka ditangkap setelah dilaporkan oleh mantan istrinya berinisial NN (35) warga Desa Klegenrejo Kecamatan Klirong.

Penganiayaan terjadi pada hari Minggu 11 April 2021, sekitar pukul 11.00 WIB di objek wisata Pantai Ayamputih. Penganiayaan karena tersangka merasa sakit hati, saat anaknya ditemui korban dengan tidak minta izin kepada tersangka.

‘’ Sebelum terjadi penganiayaan, keduanya sempat cek-cok mulut yang berujung pemukulan kepada korban.’’jelas AKP Sumardi, Kamis 29 April 2021.

Dalam kesehariannya, anak tersebut tinggal bersama bapaknya (tersangka). Namun pada saat kejadian, ibunya (Korban) kangen dengan anak tersebut, sehingga ingin bertemu dengan anaknya.

Tersangka memukul korban dengan gelas kaca tepat mengenai kepala bagian belakang. Akibatnya korban mengalami luka robek dengan panjang 6 cm dan harus menjalani rawat inap di RSDS Kebumen.

‘’ Dari kejadian itu, lantas korban tidak terima dan melaporkan ke Polsek Buluspesantren,’’imbuhnya.

Selain mengamankan tersangka, untuk kepentingan penyidikan, polisi turut mengamankan barang bukti pecahan kaca dari gelas yang digunakan untuk memukul korban.

Kepada polisi Gonder mengaku menyesal telah melakukan penganiayaan kepada korban. Namun nasi telah menjadi bubur dan terlanjur sudah terjadi.

Gonder dijerat dengan Pasal 351 Ayat (2) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman selama-lamanya lima tahun penjara.

Perlu diketahui, Gonder sebelumnya pernah divonis tiga tahun penjara dalam perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. Perkara yang menjerat Gonder itu terkait penjualan tanah kas desa dengan kerugian negara mencapai Rp 425 juta, saat masih menjabat Kades pada tahun 2010 silam.

Dari hasil penjualan tanah kemakmuran desa itu, ternyata tidak diserahkan ke desa, melainkan masuk ke kantong pribadinya.(K24/THR).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24