Polisi Sedulure Kyai Dan Santri, Bersama Perangi Radikalisme dan Hoaks

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com – Keberadaan santri di Indonesia sudah tidak lagi diragukan dalam sumbangsih kepada negara. Selain keilmuan agama, para santri juga menjadi benteng negara dalam memerangi radikalisme, anarkisme dan terorisme.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengungkapkan santri harus turut serta menjaga keutuhan NKRI. Selain ancaman radikalisme, santri juga harus menjadi pelopor dalam penangkal hoaks atau berita bohong. Pasalnya, hoaks dapat menjadi permasalahan serius bagi kesatuan bangsa.
Jangan sampai santri turut menyebarkan hoaks,” katanya, Jumat (25/10) saat sosialisasi Polisi Sedulure Kyai dan Santri (Poskitri) di sela-sela Pesantren Expo.
Menurut AKBP Rudy, ketika santri mendapatkan informasi yang masih diragukan kebenarannya jangan disebarluaskan. Dimana, perlu melakukan verifikasi informasi kepada pihak yang berwenang terlebih dahulu. 
Perlu dicari kebenarannya dari segi sumber maupun kebenaran informasi itu,” jelasnya.
Disisi lain, Kapolres Rudy juga mengharapkan para santri dapat berperan dalam proses pembangunan. Peran tersebut dapat dilakukan melalui penyampaian aspirasi yang positif sesuai dengan kapasitasnya. Rudy juga mengajak para santri yang berminat untuk bergabung bersama Polri dengan mendaftarkan pada penerimaan anggota polisi.
Sementara itu, Ketua Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) Kebumen Fachrudin An Nawawi, menegaskan diberlakukannya UU Pesantren menjadi bukti pesantren tidak dipandang sebelah mata. Dirinya pun mengakui, para santri akan ikut serta menangkal hoaks maupun memerangi radikalisme. Para santri pun berada di belakang TNI dan Polri yang menjadi garda terdepan menangkal radikalisme.
Dengan bekal yang dimiliki santri dari pesantren, menjadi modal ikut berperan dalam pembangunan maupun menangkal hoaks baik di dunia nyata ataupun media sosial,” jelasnya.(K24/THR)