Pilkada Kebumen : Calon Tunggal Tetap Demokratis, Kotak Kosong Sulit untuk Menang

oleh -
k24

KEBUMEN, Kebumen24.com – Adanya Fenomena calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kerap diartikan sebagai bentuk kegagalan demokrasi. Tapi nyatanya munculnya calon tunggal dibenarkan oleh undang-undang dan tetap dikatakan demokratis.

 

Hal itu disampaikan langsung oleh dosen Ilmu Administrasi Negara, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Drs. Guntur Gunarto M, SI. Kamis 26 November 2020. Menurutnya, Ia tak setuju dengan pendapat yang mengatakan calon tunggal telah menciderai demokrasi. Sebab, bagaimanapun calon tunggal sudah dibenarkan dalam konstitusi negara.

 

“Kalau tidak setuju dengan adanya calon tunggal, Kamarin kemana dan ngapain saudara-saudara sekalian. Ko dari awal tidak melakukan pengelolaan kekuatan melalui partai politik untuk menciptakan kaderisasi yang bisa diajukan dalam kontestasi,”kata Guntur saat menanggapi adanya calon tunggal di Kabupaten Kebumen.

 

Lebih jauh dirinya menilai, dalam konteks Pilakada Kebumen seluruh proses penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan oleh partai politik sudah berlangsung secara transparan atau terbuka. Namun faktanya, tidak ada yang kemudian mendaftarkan diri maju sebagai calon bupati dan wakil bupati, hingga pada akhirnya muncul satu pasangan calon yakni, Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih.

 

“Kalau ini calon tunggal berarti sudah menjadi kerja keras dari partai politik itu. Kalau ini di Kebumen, berarti ya konteksnya di Kebumen. Kalau sudah di cari-cari lalu kemudian ketemuannya calon tunggal dan diadu dengan kotak kosong menurut saya tidak masuk akal,”imbuh Guntur yang juga menjadi Politis itu.

 

Konstitusi melalui UU Pemilu memang telah menyediakan ruang kotak kosong atau kolom kosong sebagai alternatif pilihan masyarakat dengan hadirnya calon tunggal. Namun, ia menilai potensi calon tunggal untuk menang masih tetap tinggi dan Kotak kosong masih sulit untuk menang. Hal ini sekaligus menjadi pertaruhan partai politik dalam menjalakan kredibilitasnya mengusung paslon tunggal.

 

“Jadi menurut menurut hemat saya, Kotak kosong susah untuk menang di Pilkada Kebumen nanti,’’ujarnya.

 

Untuk itu, Partai politik harus bisa membuktikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa calon tunggal adalah pilihan terbaik. Jangan sampai calon tunggal itu kalah, karena menurutnya, kekalahan itu bisa dipandang sebagai bentuk kegagalan demokrasi dalam mencari sosok kepala daerah yang definitif. (K24/THR).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24