Penggunaan Dana BOP Pesantren Harus Tepat Guna

oleh -212 views
Foto kegiatan Bintek BOP Pesantren di Ponpes Alhasani Alian Kebumen

ALIAN, Kebumen24.com –  Sebanyak 42 Pengurus Pondok Pesantren di Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren Tahap II dari Kementerian Agama RI. Bimtek dilakukan agar pengelolaan bantuan BOP yang diterima pondok pesantren dari Kemenag ini bisa sesuai aturan atau tepat guna.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Kebumen ini menghadirkan narasumber bendahara PCNU Kebumen H, Arif Sugiyanto. Acara berlangsung Kamis 15 Oktober 2020  di Pondok Pesantren Al Hasani, Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kebumen.

 

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua PCNU Kebumen Dawamudin Masdar, Ketua RMI NU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi, Pengasuh Ponpes Alhasani Gus Ashaary Muhammad Alhasani serta para tokoh lainya. Kegiatan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan covid 19 sesuai anjuran pemerintah.

 

Dalam arahanya, H, Arif Sugiyanto Bantuan menyampaikan bahwa bantuan yang diperoleh saat ini diprioritaskan untuk penanganan corona atau covid-19 di tiap-tiap pondok pesantren melalui pembentukan Gugus Tugas dan pembiayaan operasional.

 

“Pertama bantuan ini tentunya untuk penguatan terhadap penanggulangan dan pencegahan Covid-19, yang kedua adalah operasional untuk pondok pesantren tersebut, sehingga uang tersebut betul-betul bisa dipertanggungjawabkan penggunaanya,” ujar Arif.

 

Foto kegiatan Bintek BOP Pesantren di Ponpes Alhasani Alian Kebumen

Lebih lanjut Arif mengatakan untuk Kabupaten Kebumen, selain BOP Pesantren, bantuan juga diberikan untuk 752 TPQ, Dengan bentuan tersebut diharapkan dapat mendukung untuk penguatan pondok pesantren dan pendidkan Islam lainnya. Terlebih dengan adanya Covid-19.

 

“Dan Insya Allah ke depan kita juga mengusulkan bantuan untuk madrasah diniyah dan BOP Pesantren tahap III. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan,”imbuhnya.

 

Sementara itu Ketua RMI NU Kebumen yang sekaligus Pengasuh Ponpes Al Hasani Gus Fachruddin mengatakan, bantuan tahap II Kali ini, sedikitnya ada 42 pondok pesantren dari Nahdlatul Ulama (NU) yang mendapatkannya dan difokuskan untuk penanganan corona. Untuk itu Bimtek perlu dilakukan agar tidak salah dalam penggunaannya.

 

“Untuk itu RMI yang menaungi pondok pesantren NU di wilayah Kebumen itu mendampingi, memfasilitasi, dan mengawal pencairan BOP tersebut ke pondok-pondok pesantren sampai selesai dan bisa diperuntunkan dengan baik. Tentunya dengan administrasi yang baik yang bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

 

Adapun jumlah nominal bantuan dari BOP yang diterima pondok pesantren tentunya beragam, mulai dari Rp25 jut,  Rp40 juta sampai Rp50 juta. Berdasarkan informasi dari pusat BOP tahan II akan turun pada akhir Oktober 2020 ini.

 

“Selain untuk penanganan Covid BOP ini digunakan untuk operasional dan pengadaan sarana dan prasarana,” jelasnya.

 

Gus Fachruddin juga menambahkan, bahwa untuk di Ponpes Al Hasani sendiri sudah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui program Jogo Santri. Jogo Santri ini terdiri dari santri senior serta pengurus pesantren. Tim tersebut bertugas mengontrol semua penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di pesantren. (K24/THR)

 

TONTON VIDEONYA : 

 

Tinggalkan Balasan