Pembelajaran Daring Dinilai Kurang Efektif dan Membunuh Karakter Siswa

oleh -
Orang Tua di Desa Krakal Alian Sedang Medampingi Anaknya Belajar Daring

ALIAN, Kebumen24.com,- Sejak merebaknya pandemi covid 19, hampir seluruh kegiatan pembelajaran sekolah dilakukan secara daring atu online. Namun, seiring berjalannya waktu, pembelajaran sistem ini dinilai kurang efektif dan mulai dikeluhkan. Bahkan, disisi lain juga dikhawatirkan efek yang ditimbulkan akan mendegradasi karakter siswa, karena kurangnya pengawasan dari guru dan orang tua.

 

Seperti diutarakan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Krakal Mukhsinun Sabtu, 20 Februari 2021. Menurutnya, selama pembelajaran daring, para guru sering mengalami kendala yang luar biasa. Terutama saat belajar secara langsung melalui zoom meeting dan tidak semuanya siswa bisa mengikutinya lantaran sebagian orang tua siswa ada yang tidak memiliki handphone.

 

” Pembelajaran daring memang, kendalanya luar biasa karena tida semua siswa memiliki Handphone android, kalo memiliki pun harus bersamaan dengan 1 keluarga, hape itu bisa milik ayah milik ibu dan dibawa kerja tidak standby dirumah, sehingga kita apabila melakukan zoom meting itu hampir tidak bisa,” ucapnya.

 

Disisi lain ia menilai pembelajaran secara daring secara terus menerus juga sangat kurang efektif. Ditambah sebagian orang tua siswa kini juga sudah banyak yang mengeluhkanya. Tak jarang mereka sampai datang ke sekolah untuk menanyakan kapan Pembelajaran Tatap Muka bisa kembali dilaksanakan.

 

Selain itu, para guru juga mengkhawatirkan anak anak akan kehilangan nilai nilai karakter dan kualitas dari ilmu yang diserap, yang tentunya akan sangat rendah. Karena saat ini para guru, tidak bisa memberikan penanaman karakter secara maksimal baik itu religius maupun integritas. Dan hampir semua tidak bisa diberikan, karena saat ini hanya berfokus pada pembelajaran.

 

” Kalo saat ini kita tidak mampu memberikan penanaman karakter yang maksimal baik itu religius, integritas ataupun yang lain, hampir semua tidak ada kita hanya fokus terhadap pembelajaran, ada sedikit sekali karena hanya dari pesan, tapi untuk implementasinya melihat langsung kan kita tidak bisa,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan Mukhsinun, adanya rencana pembelajaran tatap muka diawal tahun 2021, waktu itu sangat disambut baik oleh orang tua siswa. Bahkan sekolah juga sudah diperintahkan oleh Disdik, untuk meminta surat persetujuan dari orang tua siswa. Namun, hingga saat ini belum juga ada kepastian kapan pembelajaran tatap muka dimulai.

 

” Dulu kami ada perintah dari Disdik disuruh meminta surat  ijin dari orang tua, dan semua wali siswa semua menandatangani, karena ini sudah ditunggu-tunggu lama, dan satupun tidak ada yang menolak untuk pembelajaran PTM,” Jelasnya.

 

Sementara itu menurut Yoko, salah orang tua siswa mengatakan, adanya pembelaran daring ini dirinya terpaksa harus membagi waktu antara pekerjaan dan mengawasi putranya saat belajar. Belum lagi dirinya mangku tidak memiliki basic dalam mengajar akademis terhadap anak.

 

Pria yang memiliki dua putra sekolah di kelas 1 dan kelas 6 SD itu juga mengaku jika anaknya yang baru kelas satu, tidak memungkinkan untuk belajar di zoom meting. Untuk itu dirinya terpaksa harus belajar melalui tuturoial Vidio YouTube, dan guru pun memberikan materi melalui WhatsApp.

 

” Anggaran berlebih karena kuota yang dikasih Pemerintah kan hanya untuk classroom, padahal anak kelas 1 kan belum pake classroom pake aplikasi zoom, dan kuota itu tidak bisa dipakai dan kita pakainya WhatsApp, kadangkala harus menonton Vidio, harus buka YouTube kita harus beli kuota sendiri, kuota besar tapi tidak dipakai,” ungkapnya.

 

Untuk itu dirinya berharap agar pemerintah segara memberlakukan pembelajaran tatap muka. Meskipun harus dengan penerapan protokol kesehatan masyarakat siap mengikutinya.(K24/IMAM).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan