PCNU Kebumen : Positif Virus Corona Bukan Aib

oleh -
FOTO PRES RILIS PCNU KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Adanya kasus kluster covid 19 di lingkungan Pesantren, bagi masyarakat yang terkonfirmasi Covid 19 diminta untuk tetap tegar dan tidak resah atau malu. Hal ini dikarnakan Positif Virus Corona Bukan Aib, namun siapa saja bisa kena dan banyak juga yang berhasil disembuhkan.

 

Himbauan tersebut ditegaskan Ketua PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar saat menggelar jumpa pers, di Gedung PCNU Kebumen, Senin 28 September 2020. Jumpa Pers dilaksanakan bersama Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)  dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).

 

Pada kesempatan itu Dawamudin meminta kepada Tokoh masyarakat dan tokoh agama hendaknya bisa menjadi komunikator agar masyarakat tidak prejudice (suudzan) kepada langkah-langkah pemerintah dalam menangani sovid-19. Misal tentang kebijakan baru tentang isolasi OTG yang dulu semua dirujuk ke R$ rujukan, sekarang bisa dilakukan secara mandiri di rumah masing masing juga penggunaan masker sandar kesehatan.

 

‘’ Sesuai edaran PBNU masyarakat khususnya warga NU, wajib mematuhi dan mengikuti anjuran pemerintah. Jangan menentang,’’terangnya.

 

Lebih jauh menurutnya, Pemerintah dalam hal penanganan cavid 19 sudah cukup baik, akan tapi tetap masih perlu dilingkatkan pelayanannya. Utamanya ketika muncul klaster-klaster baru Semua pihak baik Gugus Tugas maupun elemen masyarakat dan stakeholder harus proaktif Sinergis dalam menangani wabah corona ini secara proporsional, dan jangan sampai muncul ego sektoral.

 

‘’ Semua pihak, baik dari Gugus Tugas maupun elemen masyarakavstakeholder untuk selalu saling koordinasi agar tidak muncul keseahpahaman terhadap tangkan langkah pemerintah dalam menangani covid 19,’’ujarnya.

 

FOTO PRES RILIS PCNU KEBUMEN

Damawudin menambahkan, terkait menjelang akan segera memasuki bulan rabiul awwal, dimana nanti akan banyak peringatan peringatan Maulid Nabi, Pihaknya meminta TIM Gugus Tugas segera membuat Regulasi atau petunjuk pelaksanaannya dengan melibatkan tokoh masyarakat, Kyai pondok pesantren, dan para tokoh pimpinan ormas keagamaan.

 

‘’ Di lingkungan instansi pemerintah protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan, karena akan jadi model bagi masyarakat Jangan sampai pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan instansi pemerintah menjadi kendor atau kurang disiplin,’’imbuhnya.

 

Selain itu, penegakan pendisiplinan protokol kesehatan di tempat tempat umum, pasar modem, Toko, pasar tradisional, alun-alun, di kafe dan kegiatan kegiatan keagamaan agar lebih masif dan intensif dilaksanakan dan terkoordinasi dengan baik, tanpa pandang bulu.

 

‘’ Tim Gugus tingkat Kecamatan Puskesmas atau tim kesehatan lainnya untuk lebih terjadwal dengan rutin berkunjung dan berkomunikasi ke pondok pesantren dan majlis-majlis Ta’lim untuk memandu dan meng edukasi secara langsung pola pemberlakuan AKB dengan disesuaikan kultur pesantreni masyarakat setempat,’’pinta Dawam.

 

Disisi lain, Dawamudin mengatakan, bahwa Masjid Mushola dan tempat ibadah non muslim lainnya juga harus diberikan fasilitas pelayanan kunjungan dan pendampingan yg rutin sehingga tidak muncul debatebel di internal pengurus tempat ibadah (takmir atau istilah lainnya).

 

‘’ Perlindungan terhadap ulama dan tokoh agama lainya terhadap resiko tertular covid 19 harus menjadi perhatian khusus pemerintah di semua tingkatan,’’ucapnya.

 

Sementara itu Ketua RMI Kebumen Gus Fachruddin Achmad Nawawi berharap tidak ada lagi klaster penularan virus corona, apalagi yang pada kegiatan keagamaan seperti pesantren, pengajian, yasinan, tahlilan dan lainnya. Selain itu, Pondok pesantren juga diharapkan mengurangi kegiatan dan sebaiknya santri juga dibatasi dalam dijenguk dan keluar masuk pesantren. RMI juga terdapat program Jogo Santri dan Jogo Kyai.

 

“Untuk santri yang sudah positif, wali murid atau orang tua santri tidak perlu merasa khawatir. Semua telah ditangani oleh dokter dengan baik. Sabar dan selalu berdoa,” ucapnya.

 

Mengenai hal tersebut, Kepala Bidang kesehatan masyarakat Dinkes Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto mengatakan pada prinsipnya Kabupaten Kebumen dalam penanganan covid 19 sudah ada Perbup nomor 68 tahun 2020. Dimana disitu telah dijelaskan bahwa masyarakat harus mengikuti protokol kiesehatan yang ada.

 

‘’ Apa saja kegiatanya, kata kuncinya adalah Protokol kesehatan’’jelasnya.(K24/THR).

 

TONTON VIDEONYA :