, ,

Masjid Nurul Falaah Gombong Tetap Akan Laksanakan Sholat Idul Fitri

oleh -323 views
Foto Kegiatan Baksos Masjid Nurul Falah Gombong

GOMBONG, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menghimbau kepada seluruh umat muslim untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah saat lebaran nanti. Meski begitu, pemerintah juga tidak melarangnya jika ada yang ingin melaksanakanya dengan catatan harus menerapkan standar protokoler kesehatan.

 

Seperti yang akan dilakukan Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Pihaknya tetap akan menyelenggarakan Sholat Idul Fitri dengan tetap mengedepankan protap kesehatan Covid-19.

 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Bambang Purwanto saat menggelar kegiatan bakti sosial pembagian sembako kepada warga di lingkungan Masjid pada Jum’at 21 Mei 2020. Adapun jumlah sembako yang dibagikan kepada seluruh warga di 12 RT dari 2 RW  di desa setempat, yakni sebanyak 800 paket senilai 50 ribu rupiah. Dimana dana baksos tersebut merupakan donasi dari para warga selama bulan suci ramadhan.

 

Lebih lanjut terkait akan dilaksanakanya sholat Idul Fitri, Bambang tetap akan mengedepankan Protokoler kesehatan seperti yang dilakukan pada pelaksanaan ibadah – ibadah selama bulan ramadhan sebelumnya. Menurutnya sejauh ini belum ada yang ditemukan virus corona. Hal itu terbukti dari status wilayah Gombong yang kini masih Zona Hijau. Untuk itu, Pihak nya pun telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak Kantor Urusan Agama (KUA) dan Muspika Kecamatan Gombong.

 

“InsyaAllah kami akan menyelenggarakan Sholat Ied di sini, dan kami telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada KUA dan Muspika Kecamatan Gombong,’’ungkapnya.

 

Foto Kegiatan Baksos Masjid Nurul Falah Gombong

Dirinya menambahkan, pada pelaksanaan nantinya akan ada pengetatan dari pihak Takmir Masjid. Dengan cara hanya menyediakan 3 pintu masuk ke area masjid, dimana di masing-masing pintu akan ada stagas yang bertugas melakukan pengecekan suhu

 

Selain itu, bagi para jamaah yang datang juga diwajibakan menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri dari rumah. Sebelum memasuki area masjid jamaah diwajibkan mencuci tangan menggunakan sabun di tempat yang di sediakan. Jamaah yang diperbolehkan mengikuti Sholat Ied di masjid hanya jamaah yang berasal wilayah setempat (bukan pendatang) dan dalam kondisi sehat.

 

“Ya protapnya hampir sama dengan yang selama ini kita jalankan, hanya saja nantinya tentu akan lebih ketat lagi dalam pengecekan dan pengawasan,’’jelas Bambang.

 

Tak hanya itu saja, guna mencegah kontak fisik, di akhir sholat nantinya akan ditiadakan berjabat tangan dan untuk silaturahmi akan di lakukan iqrar sebagai simbolis dari Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk mewakili seluruh warga. Sehingga diharapakan usai melaksanakan ibadah, warga tetap di rumah saja dan tidak berkeliling berkunjung ke rumah rumah warga yang lain.

 

“Kita imbau kepada masyarakat dan sudah kita sosialisasikan melalui ketua RT masing-masing agar warga taat pada aturan agar dalam pelaksanaan ibdah nanti dapat berjalan lancar dan semua terhindar dari virus Covid-19,’’ pungkasnya (K24/ARTA)

Tinggalkan Balasan