Kembangkan Potensi Desa, Dispermades Kebumen Jalin Kerjasama dengan UPB

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata, Dispermades P3A Kebumen menjalin kerjasama dengan Universitas Putra Bangsa. Kerjasama dimaksud untuk membuat terobosan yang dimulai dari lingkup wilayah terkecil. yakni Desa.

Penyusunan sendiri dikemas dengan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Kabupaten Kebumen di Gedung Ronggowarsito komplek kampus UPB Kamis, 17 Juni 2021. Acara menghadirkan 5 narasumber diantaranya, Dr. Harini Abrilia Setyawati S.E.,M.SI., Dr. Irfan Helmi, S.E.,M.M, Dr Sulis Riptiono,S.E., M.M., Dani Rizana, M.Pd.,M.M, Arya Samudra Mahardhika, S.E., M.Sc.,Ak., C. A. Dan juga Nur Khasanah, SE, MM, M.Si.

Narasumber Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LP3M) UPB Dr. Harini Abrilia Setyawati mengatakan, dari team Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Perdesaan (RPKP) di Kebumen memiliki 5 kawasan yang akan dikembangkan. Diantaranya kawasan anyaman pandan, sapi PO, Pesisir Menganti,  kawasan gula semut dan juga kawasan batik. Ini nantinya akan dikelola oleh BUMDesma dengan didampingi oleh Dispermades P3A Kebumen. Dalam RPKP ini sendiri nantinya akan dibuat Rencana Strategis (Renstra) untuk kawasan tersebut dalam 5 tahun kedepan.

” Disini nanti dibahas tentang rencana strategis dalam lima tahun ke depan untuk BUMDesma,” Ujarnya.

Sementara itu Kasi Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Dispermades P3A Kebumen Yasinta menjelaskan kawasan pedesaan itu ada 22 desa dari 7 kecamatan yang tersebar utamanya di wilayah Kebumen Barat. Dimana ketika mengembangkan suatu kawasan tidak hanya satu sektor saja, akan tetapi berbagai Instansi juga harus terlibat di dalamnya.

Dalam penyusunan RPKP ini, Dispermades bekerjasama dengan Universitas Putra Bangsa yang memiliki program pengabdian masyarakat, yang sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat. Utamanya pada pengembangan kawasan pedesaan dan akan terus berlanjut, sampai dengan tahun tahun berikutnya, terutama dalam bentuk pendampingan kawasan pedesaan.

” Pada penyusunan RPKP ini kita bekerjasama dengan UPB yang juga menjadi satu program di UPB yakni pengabdian masyarakat yang selaras dengan kegiatan Dispermades yakni Pemberdayaan masyarakat utamanya dalam pengembangan kawasan pedesaan, ” Ucapnya.

Dikatakan, saat ini pemerintah juga masih membuka kesempatan kawasan kawasan lain untuk berkembang. Namun ada beberapa prosedur yang harus dicukupi oleh Kecamatan agar kawasan tersebut bisa ditetapkan.

‘’ Sebelumnya, 5 kawasan ini, sudah ditetapkan melalui SK Bupati, yang ditindaklanjuti dalam penyusunan RPKP. Sedangkan adanya kawasan baru yang memungkinkan untuk dibangun, dapat mengusulkan proposal kepada Bupati,’’imbuh Yasinta

Kedepan Pemerintah akan terus konsen terhadap potensi potensi lokal di kawasan tersebut. Diaman terdapat 2 desa ataupun lebih yang bekerjasama untuk mengelola potensi untuk dikembangkan bersama dan letak geografis wilayahnya juga berdekatan.

‘’ Semoga pengembangannya bisa lebih masif dan terencana. Harapannya semua kawasan sesuai dengan temannya dapat berkembang lebih, utamanya dalam meningkatkan kapasitas produksi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,’’pungkasnya.(K24/IMAM).