Kapolda Jateng : Pemicu Ledakan Petasan di Mirit Berasal dari Api Rokok

oleh -
Foto : Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi didampingi Bupati Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih dan Kapolres AKBP Piter Yanottama saat Pres Rilis di mapolres Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Polda Jawa Tengah memastikan pemicu terjadinya ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan  Mirit, Kebumen pada Rabu 12 Mei 2021 kemarin, disebebkan karna saat meracik selongsong petasan salah seorang pelaku sambil merokok. Dari kejadian ini, sedikitnya menewaskan 4 orang dan 4 lainya luka luka.

Hal ini dijelaskan Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kebumen Jumat 14 Mei 2021, pagi. Kofrensi Pers digelar usai meninjau tempat kejadian perkara (TKP) bersama Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih dan Kapolres AKBP Piter Yanottama serta Dandim 0709 Kebumen.

“Dari Mapolda kami langsung menuju ke lokasi kejadian dan menjengkuk para korban yang dirawat. Dua korban meninggal di lokasi dan dua lainnya meninggal di rumah sakit. Semua karena terkena ledakan mercon,”terang Kapolda.

Foto : Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi didampingi Bupati Arif Sugiyanto, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih dan Kapolres AKBP Piter Yanottama saat meninjaul TKP

Dengan kejadian ini, Kapolda menegaskan kepada seluruh m,asyarakat untuk tidak main-main dengan bahan peledak alias mercon. Selain karena sangat berbahaya, mercon juga dapat membahayakan orang lain. Untuk itu bagi siapa saja yang memiliki apalagi menjual dapat dikenakan UU Darurat  Nomor 12/1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

‘’ Kami minta kepada seluruh masyarakat Jateng khususnya, jangan sampai lagi bermain main dengan petasan,’’tegasnya.

Kapolda mengatakan saat ini telah memeriksa sebanyak 16 orang saksi terkait  ledakan petasan di Desa Ngabean Mirit yang merenggut empat nyawa itu. Bahkan kasus ini masih tersu dikembangkan dan didalami. Termasuk sedang ditelisik dari mana asal bahan mercon diperoleh.

‘’ Sebenarnya Polres Kebumen telah mengantisipasi melalui operasi atau kegiatan kepolisan yang ditingkatkan (KKYD). Hasilanya sebanyak 4 kuintal obat petasan telah disita dan dimusnahkan,’’imbuh Irjen Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut Kapolda menyampaikan petasan yang diperoleh sekelompok pemuda di Ngabean Mirit  itu dibeli secara on line dari Pati. Sedangkan jumlah barang bukti yang disita petugas masih 4 kg, serta  sebanyak 400 selongsongan.

”Kita belum tahu apakah mercon sebanyak itu mau disulut sendiri atau mau dijual karena pelaku sudah meninggal,”ucap Kapolda.

Kapolda menambahkan dari razia bahan peledak dan petasan di Jateng saat ini tengah dikumpulkan di tiap Polres.  Polda Jateng sampai saat ini menyita 72.000 piece (potongan) petasan, dan 46.055 kg bahan mercon. Dari 72.000 piece petasan, 52.000 piece telah dimusnahkan dan sisanya 24.000 piece masih diamankan oleh Tim Gegana Polda Jateng.

”Meski belum ada pelaku, semua Polres sedang menginventarisasi barang bukti hasil operasi petasan dan obat petasan,”tandas Kapoda.(K24/THR).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24