Kampanye Kotak Kosong Boleh Tidak..? Begini Penjelasan Bawaslu Kebumen

oleh -300 views
KETUA BAWASLU KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Perhelatan Pilkada serentak yang bakal digelar 9 Desember 2020 mendatang di Kebumen hanya memunculkan satu nama, yakni H. Arif Sugiyanto dan Rista Purwaningsih. Sebagai calon tunggal Pasangan tersebut diusung oleh sembilan parpol dengan total 50 kursi. Namun dalam beberapa hari terakhir, fenomena kotak kosong ramai jadi perbincangan warga.

 

Mengenai hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kebumen Arif Supriyanto saat ditemui di Kantornya Jumat 25 September 2020 mengungkapkan, hingga saat ini aturan mengenai mekanisme kotak kosong belum ada. Sehingga jika dilihat secara tata aturan untuk mengampanyekan kotak kosong itu tidak bisa. Hal itu dikarnakan, kotak kosong merupakan bukan peserta pemilu dan tidak memiliki visi misi.

 

Selain itu, kotak kosong juga tidak bisa membentuk tim kampanye dan pelaksanaan kampanye.  Kendati begitu, kotak kosong boleh untuk disosialisakan dengan catatan tidak terjebak dalam masalah yang berkaitan dengan ujaran kebencian, isu sara maupun hoax. Jadi harus dilakukan dengan cara cara berpolitik yang dewasa seperti halnya  Pemilih boleh memilih paslon dan juga boleh milih kotak kosong sebagi alternatif jika tidak cocok dengan visi misi pasangan calon.

 

‘’ Boleh mensosialiasaikan tapi jangan terjebak pada seperti sara, ujaran kebencian atau hox, itu bisa ditindak pada pidana umum,”ujarnya.

 

Dijelaskanya, bahwa ketentuan soal pemilihan dalam pilkada ini masih sama. Sesorang boleh menentukan suara yang akan diberikan untuk siapa. Termasuk saat masyarakat dihadapkan untuk memilih calon tunggal atau kotak kosong.

 

Apalagi soal pilih memilih, pihaknya menganggap proses tersebut hak setiap warga negara dalam memberikan dukungannya kepada siapapun. Selama hal tersebut tak melanggar aturan. Namun berbeda halnya dengan seseorang yang mengampanyekan untuk menjadi golongan putih (golput). Dalam aturannya sudah dijelaskan jika hal tersebut memang dilarang dan tidak diperbolehkan. (K24/THR).

Tinggalkan Balasan