Jelang Lebaran, Harga Komoditas Pangan di Pasar Tumenggungan Masih Stabil, Terkecuali Bawang Merah

oleh -
Foto Pedagang Di Pasar Tumenggungan

KEBUMEN, Kebumen24.com- Menjelang akhir Ramadhan dan Lebaran Hari Raya Idul Fitri, beberapa komoditas pangan di Pasar Tumenggungan Kebumen menunjukan harga normal bahkan cenderung mengalami penurunan harga. Terkecuali bawang merah yang hingga saat ini masih terbilang cukup mahal.

 

Ali Mastur (39) salah satu pedagang, Senin, 11 Mei 2020 mengatakan, sejak sepekan kemarin harga bawang merah terus mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, yaitu 50 ribu Per Kilogramnya untuk kualitas kering dan yang paling besar. Menurutnya, hal itu disebabkan lantaran banyaknya permintaan pasar tidak seiring ketersediaan stok yang ada. Meski begitu, jika dilihat secara tren beberapa komoditas, bawang merah memang telah melewati kenaikan harga tertinggi dari Ramadhan tahun lalu.

 

 “Antara barang dan permintaan tidak sebanding jadi mahal. Tapi mahalan tahun ini, ramadhan kemarin paling mahal Rp 35 ribu per kg,” jelasnya.

 

Melihat psikologi pasar pada bulan Ramadhan serta diiringi pandemi merebaknya Covid-19. Ia memprediksi, menjelang serta pasca Idul Fitri berkenaan harga kebutuhan pangan akan cenderung stabil.

 

 “Kemungkinan normal ya, misal naik turun itu biasa kalau musim seperti ini, tapi tidak begitu berpengaruh,” terang Ali.

 

Foto Aktifitas Pedagang Dan Pembeli Di Pasar Tumenggungan Kebumen

Adapun beberapa harga komoditas pangan yang cenderung mengalami penurunan. Seperti Bawang putih jenis Kating yang sebelumnya mencapai Rp 40 ribu per Kg, kini hanya berkisar Rp 30 ribu per Kg. sedangkan untuk gula pasir pun ikut turun dari harga sebelumnya berkisar Rp 18 ribu per Kg, kini hanya Rp 16 ribu.

 

“Kebanyakan harga normal sih, cuma bawang putih sama gula pasir yang turun,”imbuhnya.

 

Sementara itu, Hj Sodiyah (63) salah satu pedagang cabai menyampaikan, harga beberapa jenis cabai terus mengalami perubahan naik turun. Bahkan dalam beberapa hari terkahir harga cenderung turun.

 

“Sekarang cabai merah kriting per kg 12 rb, sebelumnya awal puasa sampai 15 rb. Cabai rawit 16 rb, awal puasa sekitar 30 rb,”ucapnya.

 

Ia mengatakan, cabai merupakan komoditas pangan yang rentan mengalami naik turun tergantung pasokan barang dari para petani.

 

“Tidak menentu harganya, besok naik saya tidak tahu, kemungkinan stabil kalau naik turun tidak begitu banyak,” pungkasnya. (K24/Hfd)