BULUSPESANTREN, Kebumen24.com- Menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri, bagi sejumlah petani cabai, nampaknya harus benar benar bersabar meskipun masa panen tiba. Betapa tidak, harga cabai mendekati kali ini terjun bebas akibat pandemi Covid-19.

 

Slamet (45) seorang petani cabai di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren mengungkapkan, perbedaan harga pada Ramadhan tahun lalu dengan tahun ini sangat terasa. Terlebih memasuki Hari Raya Idul Fitri, harga cabai tidak sebanding dengan ongkos selama masa tanam.

 

“Tidak biasanya, sejak awal puasa itu sudah terus turun sampai sekarang,” ucapnya, ditemui saat panen, Minggu 17 Mei 2020

 

Ia menyebutkan, harga jual cabai kriting merah saat ini mencapai Rp 6 ribu per Kg, harga tersebut telah mengalami penurunan dimana sebelumnya Rp 10 ribu per Kg.

 

“Hitungan seminggu sebelum lebaran justru malah anjlok. Itu pun harga dengan kualitas super,” terangnya.

 

Lebih lanjut, dari 2500 tanaman cabainya. setiap tiga hari sekali dapat memanen 1,5 kwintal cabai siap jual. Namun demikian, atas kondisi ini, kata Slamet, dirinya beserta petani cabai laim terancam mengalami kerugian.

 

“Cabai ini kan semua butuh, untuk pemasaran tidak begitu sulit karena sudah ada yang ngambil ke rumah. Tapi harganya tidak bersahabat,” ucapnya.

 

Senada Budiyanto (34), masa panen mendekati lebaran yang diprediksi dapat meraup keuntungan lebih justru dihantui ancaman kerugian akibat cabai tidak begitu terserap di pasaran.

 

“Dari sebelum tanam sudah mengira puasa sampai lebaran bisa panen. Ini malah harganya turun,” tuturnya.

 

Selain itu, masa panen bersamaan di beberapa wilayah lain membuat stok cabai melimpah sehingga harga cabai terus menurun.

 

“Tidak hanya di sini, daerah lain kan juga sebagian tanam cabai. Jadi ya pengaruh di harga,” ujarnya. (K24/Hfd)

By Redaksi

Redaksi Kebumen24