Jadi Calon Tunggal di Pilkada Kebumen, Arif Sampaikan Strategi dan Visi Misi

oleh -269 views
FOTO CALON BUPATI KEBUMEN ARIF SUGIYANTO

KEBUMEN, Kebumen24- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen telah menutup pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) sebagai peserta Pilkada Kebumen 2020, pada Minggu 13 September 2020 tepatnya pukul 24.00 wib. Hasilnya, KPU hanya menemukan satu Bapaslon, yakni H. Arif Sugiyanto dan Ristawati Purwaningsih.

 

Setelah tidak adanya calon lain yag mendaftar maka KPU Kabupaten Kebumen memutuskan pilkada Kebumen hanya ada satu bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati. Dengan begitu secara tidak langsung Pasangan Arif – Rista akan behadapan dengan kotak kosong di Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

 

Dengan keputusan tersebut, Arif Sugiyanto yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kebumen mengungkapkan bahwa permasalahanya bukan soal calon tunggal ataupun kotak kosong. Akan tetapi, yang terpenting adalah sebuah kekompakan untuk bersatu membanguan Kabupaten Kebumen agar semakin sejahtera dan bangkit dari keterpurukan.

 

‘’ Kebumen sampai saat ini masih dikategorikan daerah termiskin se Jawa Tengah, untuk menuntaskanya butuh campur tangan bersama tidak bisa sendiri sendiri. Maka dari itu Kami bertekat bersatu bersama sama kedepan membangun Kebumen agar kedepan lebih Sejahtera Mandiri dan Berakhlak,’’ucap Arif saat ditemui di rumah dinasnya, di jalan Sutoyo Kebumen, Senin sore 14 September 2020.

 

Selain itu, ditengah pandemi covid 19 seperti sekarang ini, tahapan Pilkada harus dilakukan dengan mengedepankan Protokol kesehatan. Hal itu tentunya semua gerak politik dan kampanye serta sosialisasi ke masyarakat harus dibatasi.

 

“Semua kegiatan kampanye dan penyampaian visi misi akan kita sampaikan dengan mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

 

Lebih jauh Arif mengatakan, bahwa dalam Pilkada ini sejatinya merupakan petarungan ide dan gagasan yang diumiliki seorang pemimpin untuk sebuah perubahan di masyarakat. Dengan Ide dan gagasan tersebut nantinya dapat terlihat sejauh mana visi misi itu bisa menjawab kebutuhan dasar masyarakatnya.

 

Adapun sejumlah program visi misi yang telah disiapkan dalam pilkada ini, yaitu mewujudkan Kabupaten Kebumen semakin sejahtera, mandiri berakhlak bersama rakyat. Sedangkan untuk misinya, terdiri dari 5 program yaitu peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelayanan birokrasi yang responsiv serta penerapan e-government dan open Government yang terintegrasi.

 

Selanjutnya peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya, Hal itu untuk mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan potensi sumber daya alam pariwisata dan kearifan lokal yang berbasiskan agribisnis dan ekonomi kerakyatan.

 

” Kita akan kaleuarkan kartu sejahtera bagi masyarakat kurang mampu, dan mengenai lainya, Kebumen kan memiliki potensi besar salah satunya Geopark Karangsambung Karangbolong, namun selama ini masih belum terlihat perkembanganya. untuk itu nantinya akan kita dorong melalui pembangunan infrastrukturnya. jalan jalan menuju wisata kita banguan semua,”ucapnya.

 

Kemudian peningkatan kualitas kuantitasnya insfratruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan juga memujudkan Masyarakat yang rukun, berbudaya dan bermartabat. Dari kelima misi tersebut nantinya bisa dikembangkan menjadi ratusan program yang akan menyelesaikannya permasalahan ekonomi kerakyatan di Kebumen.

 

” Lima misi tersebut akan kami jadikan ratusan program yang tentunya bisa menjawab permasalahan yang dihadapi Kabupaten Kebumen, yang intinya Ekonomi kerakyatan yang memihak kepada rakyat,”imbuhnya.

 

Saat ditanya mengenai pemberantasan korupsi, Arif Sugiyanto mengatakan hal ini akan menjadi satu dari sekian banyak program prioritas yang akan dijalankan jika terpilih sebagai bupati pada 9 Desember mendatang.

 

Menariknya lagi, Arif berencana membuat program ‘Festival Anggaran’ yang akan dilakukan secara berkala. Dibentuknya program ini, Arif berkomitmen untuk menciptakan tatanan birokrasi yang bersih, dari tingkat desa, kecamatan, sampai kabupaten.

 

“Dengan festival anggaran ini, kita ingin membuat sebuah informasi penggunaan anggaran lebih terbuka, dan bisa dikoreksi langsung oleh masyarakat. Tidak ada yang ditutupi-tutupi. Ini adalah era keterbukaan publik,” jelasnya.

 

Arif menegaskan, upaya pemberantasan korupsi itu bukanlah sesuatu yang main-main. Upaya pencegahannya harus dilakukan sebaik mungkin. Karena semua tahu bahwa korupsi adalah satu kejahatan extra ordinary atau luar biasa, dan  bisa menimbulkan efek domino, berupa kemiskinan dan kesengsaraan masyarakat yang berkepanjangan.

 

“Pencegahan itu harus dilakukan sedini mungkin. Kuncinya semua harus terbuka, tidak boleh ada yang ditutupi. Termasuk mengenai mekanisme lelang jabatan, semua juga harus transparan, harus melalui prosedur yang diterapkan, berupa uji kelayakan dan kepatutan. Demikian juga belanja APBD juga harus dilakukan secara terbuka, penggunaanya,’’tandas Arif. (K24/IMAM/ARTA).

 

Tinggalkan Balasan