Iseng Membawa Berkah, Kue Wingko Buatan Warga Adimulyo Kebanjiran Order

oleh -503 views
K24

ADIMULYO, Kebumen24.com –  Berawal dari iseng membuat kue wingko justru membawa berkah tersendiri bagi Siti Zuhriyah warga RT 01 RW 02 Desa Temanggal Kecamatan Adimulyo Kebumen. Makanan yang biasanya dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Semarang Jawa Tengah ini kini mulai banyak diminati konsumen.

 

Prempuan berusia 41 tahun ini mengatakan, usaha kue wingko sudah ia jalani sekitar 6 bulan lalu mulai adanya pandemi covid 19. Awalnya hanya sekedar iseng dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dirumah. Ditambah belajar di internet dan youtube dirinya pun mencoba membuat wingko yang termasuk makanan kesukaan suaminya. Dengan bahan dasar tepung ketan, kelapa, gula,garam dan mentega, Siti pun akhirnya berhasil memebuat wingko yang tak kalah enak dari yang di Semarang.

 

“Waktu itu iseng, karena masih ada sisa bahan-bahan, sambil liat-liat di youtube coba bikin wingko. Kebetulan suami suka sekali dengan wingko, jadi pengin nyoba ternyata enak”, Kata Siti Minggu 22 November 2020.

 

Dirinya pun mengaku sebenrnya tidak ada niatan untuk memasarkan wingko buatannya tersebut. Akan tetapi setelah salah seorang perangkat desa ada yang tertarik dan mengajak bekerjasama, akhirnya ia pun percaya diri untuk dipasarkan. Hingga kini wingko buatanya itu banyak dimintai warga dan hampir setiap harinya selalu kebanjiran pesanan.

 

“Tadinya ya gak niat untuk dijual, pas kebetulan Pak Agus ini ke rumah dan nyicipi katanya enak dan ngajak kerjasama ya saya tertarik sekali”, imbuhnya

 

Sementara itu, Agus Syarifudin selaku perangkat desa yang telah bekerjasama untuk memasarkan wingko tersebut mengatakan, Wingko buatan Siti mulai dikenal oleh warga desa sekitar seputar Kecamatan Adimulyo bahkan hingga ke luar kota. Dalam sehari rata rata laku terjual 100 hingga 300 wingko dengan harga 15 ribu per dus.

 

Sebagai perangkat desa Agus mengaku tertarik melihat potensi tersebut, karena wingko masih terbilang sangat jarang ditemui di Kebumen. Dari situ kemudian dirinya berinisiatif untuk bekerjasama dan memasarkan produk wingko yang kini dilabeli dengan “WINGKO SITIAGUS”.

 

“Waktu itu saya sedang berkunjung ke rumah Ibu siti nyicipi wingko buatanya, kemudian tertarik dan mengajaknya untuk kerjasama”, kata Agus

 

Adapun cara untuk memasarkanya, Agus memilih memanfaatkan media sosial dan kini berhasil dipasarkan hingga ke luar kota seperti Jakarta, Bogor, Surabaya dan kota-kota lainnya. Dirinya berharap wingko ini semakin populer dan bisa menjadi suguhan khas Desa Temanggal di setiap acara maupun pertemuan atau rapat-rapat.

 

“Kami berharap wingko ini semakin dikenal dan bisa sebagai suguhan khas Desa Temanggal di setiap acara maupun pertemuan, jadi biar ingat Wingko ingat Temanggal,”ujarnya (K24/Arta)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan