Intip Proses Pembuatan Lanting di Bonorowo

oleh -

BONOROWO, Kebumen24.com –  Kabupaten Kebumen dikenal dengan memiliki banyak sekali kuliner yang unik dan juga menarik untuk dinikmati. Salah satunya bahan makanan yang sering dibuat kuliner unik adalah singkong dan di olah menjadi lanting.

Lanting sendiri merupakan camilan yang sering dijadikan sebagai oleh- oleh. Bentuknya ada yang seperti angka delapan atau juga berbentuk bulat kecil melingkar menyerupai cincin. Makanan ini juga sering disajikan dalam aneka rasa dan warna.

Seperti halnya lanting yang di produksi, Joko Santoso warga Desa Patukrejo, Kecamatan Bonorowo. Dibantu 12 karyawannya setiap hari bisa menghabiskan 5 kuintal singkong dalam sehari.

Lanting di buat melalui proses dengan berbagai tahapan, mulai dari singkong dikupas kulitnya, pencucian, perendaman, hingga pengukusan dan pencampuran adonan bumbu.Selanjutnya adonan singkong dipilin secukupnya hingga membentuk tali menggunakan mesin penggiling.

Setelah itu adonan yang telah dipilin dipotong kembali hingga ukurannya lebih pendek, lalu bentuk melingkar atau serupa angka 8 hingga ke proses penjemuran dibawah terik panas matahari.

Proses pengeringan ini juga sangat bergantung pada cuaca. Setelah lanting kering, terus di goreng matang dan garing supaya teksturnya renyah. Kemudian ditiriskan dan dimasukan kedalam wadah plastik.

Pria yang akrab di sapa Joko Lanting ini mengatakan, untuk pembuatan lanting, Singkong yang digunakan adalah jenis Klateng yang ia beli dari Kabupaten Wonosobo. Dalam sehari ia mampu memproduksi 75 sampai 80 bal plastik dengan berat 2,5 kilogram per bungkusnya. Untuk harga 1 bal dijual Rp.38.000.

Usaha yang ia tekuni selama 6 tahun ini sudah merambah pasar hingga ke luar Kabupaten Kebumen, seperti Purworejo, Jogja, Sleman, Bantul dan Wonosobo. Dalam setiap bulanya, ia mampu memperoleh omzet hingga 10 juta rupiah.

“Pelanggannya dari Jogja, Sleman, Bantul, Purworejo, Wonosobo. Tiap Minggu ambil sekitar 140 bal,” ucapnya Rabu, 1 September 2021.

Terkait kendala Joko mengaatakan yaitu musim hujan karna poses penjemuran harus membutuhkan waktu 1 hari. Kendati begitu ia tetap bersyukur karan di masa pandemi penjualan lanting tetap lancar dan minta pasar tinggi.(K24/ILHAM).