KEBUMEN, Kebumen24.com –  Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Gus Harry Muhammad Alhasani menilai adanya dugaan korupsi dana bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di Dinas Sosial Kebumen harus disikapi secara serius oleh pemerintah Kabupaten Kebumen. Termasuk untuk pemerintahan Bupati terpilih kedepanya.

 

Menurut Kyai Muda putra dari alamrhum Gus Sofiyan Alhasani ini, korupsi termasuk dosa besar karna merugikan dan menyengsarakan rakyat. Selain itu juga korupsi merupakan sebuah penyakit sosial di masyarakat yang terjadi karena dorongan nafsu, rakus, tamak, dan serakah dengan cara merampas hak hidup warga.Untuk itu dirinya berharap pihak berwajib bisa mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar akarnya.

 

‘’ Secara agama korupsi seudah jelas jelas salah dan termasuk dosa besar karna sudah merampas hak fakir miskir. Untuk itu saya berharap dugaan kasus ini bisa segera diusut tuntas oleh pihak berwajib,’’ucap Gus Harry yang juga Ketua Pagar Nusa Cabang Kebumen itu, Jumat 1 Januari 2021.

 

Disis lain, Gus Harry juga mengatakan Kebumen memiliki dosa masalalu yang buruk. Dalalm hal ini kasus Oprasi Tangkap Tangan (OTT) pada tahun 2016 lalu. Dimana kala itu, menggeret sejumlah pejabat tinggi di Kebumen dan ditetapkan menjadi tersangka.

 

‘’ Meski saya masih muda, tapi saya juga bagian dari masyarakat Kebumen tidak ingin kasus korpusi terus terulang. ini PR penting bagi pemerintah, karna korupsi sangat merugikan masyarakat,’’imbuhnya.

 

Lebih jauh Ia menilai selama ini pemerintah kebumen belum transparan terhadap masyarakat, terutama dalam masalah anggaran. Untuk itu Gus Harry berharap khususnya kepada Bupati terpilih bisa membenahi brikorasi yang bersih melayani masyarakat dan amanah.

 

‘’ Untuk mencegah kasus korupsi, pemerintah harus transparan dalam mengawasi keuangan dan berbagai program serta kegiatan proyek pembangunan. Selain itu, pengawasan melekat dan pembinaan mental juga perlu dioptimalkan, termasuk siraman rohani dan peningkatan kesejahteraan pegawai,’’tandasnya.(k24/THR).

By Redaksi

Redaksi Kebumen24