Gus Asyharry Alhasani : Yang Jadi Bupati Jangan ‘’ Jumawa’’, Yang Berakhir Harus Lebih “Legawa”

oleh -
Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Alian, Gus Asyharry Muhammad Alhasani

KEBUMEN, Kebumen24.com – Beberapa hari ini sedikit ramai diperbincangkan soal sambutan Yazid saat berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati Kebumen pada Rabu 17 Februari 2021 kemarin. Salah satunya Yazid sempat mengkritik Arif Sugiyanto saat menjabat sebagi Wakil Bupati dan menyinggung soal rencana Porgram Bupati terpilih, yakni Kartu Kebumen sejahtera.

 

Menanggapi hal tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Alian, Gus Asyharry Muhammad Alhasani mengatakan Yazid yang merupakan mantan Bupati dan ulama, tidak seharusnya menyampaikan sesuatu hal sekiranya tidak penting, apalagi mengarah pada pengggiringan opini publik yang belum tentu benar adanya.

 

Terlebih, perkataan itu juga disampaikan dalam kegiatan formal dan disiarkan langsung melalui TV lokal RatihTV Kebumen. Bahkan, Gus Yazid juga sempat menyinggung salah satu Porgram Bupati Terpilih Arif Sugiyanto yakni ‘’Kartu Kebumen Sejahtera’’, yang mana, yazid seolah mempertanyakan, apakah kartu itu mampu mensejahterkan masyarakat.

 

‘’’ Kartu Kebumen Sejahtera ini kan yang dikampanyekan Arif – Rista, ini yang ditunggu masyarakat, Mampu Nggak mensejahterkan masyarakat, yang kerja ya saya bilang ke sekda, ya temen temen OPD nanti,’’kata Yazid saat itu dalam sambutanya.

 

Dari perkataan tersebut, Gus Asyharry menafsirkan Yazid seolah olah tidak yakin dan terkesan meremehkan dengan program yang akan dijalankan oleh Bupati Terpilih. Untuk itu, Gus Asyharry menyayangkan perkataan tersebut dan menilai Yazid belum ‘’ Legowo’’.

 

‘’ Bukan saatnya menilai kekurangan salah satu kepemimpinan, baik yang dulu maupun sekarang. Apalagi meragukannya. Ya tanpa mengurangi rasa hormat, saya berharap untuk yang Jadi Bupati Jangan ‘’ Jumawa’’, yang Berakhir juga Harus Lebih “Legawa”. Mari kita bersatu membangun kebumen kedepan agar lebih maju dan lebih baik,’’ujar Gus Asharry yang juga Ketua Pagar Nusa Cabang kebumen itu, Minggu 21 Februari 2021.

 

Lebih jauh Menurut Gus Asyharry, bagus atau buruk nya suatu daerah itu tergantung bagaimana Ulama dan Umaronya. Dan yang terpenting saat ini adalah PR bagi seorang pemimpin agar lebih diterima dimasyarakat yaitu harus lebih santun dalam berucap, bijak dalam bersikap. Bukan saling menilai kelemahan masing masing seseorang.

 

‘’ Saya mengapresiasi atas dedikasi Gus Yazid selama jadi bupati kebumen. Akan tetapi, Yazid kan ulama dan juga sebagai orang tua, seharusnya bisa menghormati dan menghargai program program pemerintahan yang baru. Untuk itu mari kita dukung penuh yang telah menjadi program bupati terpilih yakni H.Arif Sugiyanto dan ibu Ristawati,’’imbuhnya.

 

Gus Asyharry menambahkan bahwa masih banyak PR besar untuk Pemimpin yang baru, salah satunya pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) maupun Sumberdaya Alam (SDA) karna selama ini dinilai belum maksimal. Meski begitu, ini bukan berarti sebuah kegagalan sebuah kepemimpinan, hanya saja kebumen masih memakai trend “Aji Mumpung” seperti pemimpin pemimpin sebelumnya.

 

‘’ Dan inilah yang harus dirubah oleh sosok pemimpin yang baru,’’tandasnya.(K24/*)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan