Gunakan Odong – odong, Lurah Panjatan Antar Jemput Warga Melakukan Vaksinasi Covid 19

oleh -

KARANGANYAR, Kebumen24.com –  Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Panjatan Kecamatan Karanganyar Kebumen. Termasuk dalam mendukung program Vaksinasi covid 19, yaitu dengan cara dor to dor antar jemput warganya.

Uniknya antar jemput dilakukan dengan menggunakan kendaraan jenis Odong odong. Kendati begitu, masyarakat menyambutnya dengan cukup antusias, dan bahkan Panjatan merupakan Kelurahan yang tergolong paling Tinggi di Kebumen untuk penyerapan Vaksinasi.

Vaksinasi dosis pertama ini dipusatkan di Puskemas Karanganyar, Senin 18 Oktober 2021. Kegiatan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,.

Lurah Panjatan, Juniadi Prsetyo, SE mengatakan antar jemput ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat saat hendak mengikuti vaksin. Terlebih jarak rumah warga juga cukup jauh dan terkadang membuat warga enggan datang ke tempat pelaksanaaan vaksinasi.

‘’ Kalo pakai mobil kan muatnya sedikt, tapi kalo odong odong kan bisa banyak, dan lagi masyarakat juga lebih senang naik kendaraan ini. apa lagi jaraknya juga tidak dekat dari tempat vaksin,’’ujarnya.

Selain antar jemput, Lanjut Lurah, para warga juga diberikan pemahaman agar mau dan tidk takut divaksin. Termasuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksiniasi bagi ketahanan tubuh serta untuk keperluan administrasi lainya.

‘’ Sambil kita jemput, kita juga berikan edukasi tentang pentingnya vaksin, supaya mereka benar benar paham dan peduli dengan kesehatan mereka,’’imbuh Juni yang juga pengusaha Rental Mobil di Kebumen itu.

Lebih jauh Juni menyebutkan sudah ada sekitar 70 persen warganya yang telah divaksin. Bahkan seharusnya warga kelurahan Panjatan sudah 100 persen divaksin. Namun diakui ada beberapa kendala mengapa vaksinasi ini belum menyasar ke semua warga. Salah satunya adalah karena alasan medis.

“Kita termasuk tertinggi, kalau kelurahan lain rata-rata saya liat masih 40 persen, dan harusnya warga kami sudah 100 persen divaksin, namun karena ada beberapa warga yang tidak diizinkan dokter karena alasan medis, seperti tensi darah yang tinggi, punya penyakit penyerta dan lain hal, jadi masih suruh menunggu,” pungkasnya.(K24/*)