Gadis Asal Krakal yang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ternyata Mau Cari Kerja ke Jakarta

oleh -2.590 views
k24

ALIAN, Kebumen24.com – Kecelakaan maut mobil Isuzu ,Minibus bernopol B-7180-VDA di Km 107 jalur B (Palimanan menuju Cikopo) tepatnya di wilayah Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin 11 Januari 2021, mengakibatkan empat orang warga asal Kebumen tewas dan dua orang luka luka. Salah satu korban yakni Erviana Agustin (22) warga Dukuh Sabrangwetan, RT 03 RW 08 Desa Krakal, Kecamatan Alian.

 

Erviana merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Imam Hamidi dan Lilis Suryani. Korban bertandang ke ibu kota untuk mencari kerja menggunakan jasa minibus. Nahas, takdir tuhan berkata lain karena saat perjalanan mobil yang ditumpangi kecelakaan dan ia meninggal dunia.

 

Peristiwa tersebut membuat duka yang mendalam bagi orang tua korban dan sanak saudara serta para tetangga. Mereka datang silih berganti ke rumah duka Senin 11 Januari 2021 sore.

 

Dijelaskan Ayah korban, Imam Hamidi (58) bahwa tahunya kabar duka ini berawal dari adiknya yang di Jakarta jika anaknya tewas dalam peristiwa kecelakaan. Mendegar kabar tersebut, dirinya sempat tak percaya jika anak ketiganya itu tewas dalam kecelakaan.

 

‘’ Saya mendengar kabar dari adik saya yang di Jakarta. Awalnya Nggak percaya tapi mau gimana lagi, takdir sudah menentukan anak saya harus pergi untuk selama lamanya,’’ungkapnya.

 

Imam mengutarakan, sebelumnya pada minggu sore kemarin anaknya berangkat bukan menggunakan minibus yang mengalami kecelakaan. Namun ditengah jalan, penumpang dipindahkan ke minibus tersebut. Sebelum berangkat, ia pun mengaku sudah mencoba menasehati agar anaknya tidak ke Jakarta.

 

“Sudah saya bilang ga usah ke Jakarta dulu karena covid-19 susah cari kerja. Takut merepotkan keluarga disana,” ungkapnya.

 

Syok dan sedih bercampur aduk tengah dirasakan Imam dan keluarga. Termasuk ibu korban Lilis Suryani (50) yang memegang foto kenangan putrinya itu. Terkait kepulangan jenazah Erviana, pihak keluarga mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti kapan terlaksana.

 

“Ada keluarga yang mengurus di rumah sakit, untuk kedatangan jenazah kami belum tahu pasti,”ucap Lilis.

 

Lilis menyebut putrinya itu pamit ke Jakarta karena mendapat tawaran pekerjaan dari temannya di Jakarta. Tak diduga, gadis lulusan SMK itu ternyata berpamitan untuk pergi selama-lamanya.

 

“Pamitnya mau ke Jakarta karena ada tawaran kerja dari temannya. Tapi saya nggak tahu persis kerjanya apa disana. Tahu tahu malah ada kabar anak saya meninggal. Saya sangat sedih sekali,’’ungkapnya kepada wartawan.

 

Meski begitu, pihak keluarga kini tetap berusaha ikhlas melepas kepergian putri tercintanya itu. Menurutnya, Erviana merupakan sosok patuh kepada orang tua dan baik dengan keluarga serta sayang terhadap adik adiknya.

 

Sementara itu adik korban, Salsabila mengatakan sempat mendapatkan firasat sebelum kecelakaan merenggut nyawa Erviana. Ia mengaku mendapat firasat kakaknya lewat mimpinya semalam.

 

“Ada, mimpi bertemu semalam. Sebelum berangkat kemarin pesan agar tidak nakal,” katanya.

 

Perlu diketahui, peristiwa kecelakaan maut di Tol Cipali itu menewaskan empat orang. Selain Erviana, ada San Warsih (61) warga Kelurahan Wonorejo, Kebumen, Muji Riyanto (37) warga Desa Telogo Wulung, Kebumen, dan Insra Wiyana (36) warga Desa Krakal, Kebumen.

 

Sedangkan untuk kedua Korban Luka-luka, yakni dialami Marsih (58) warga Dk Kaliurang Kulon RT 03/004, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, dan sang sopir Sunaryo (25) warga Desa Tugu Kunir, Kecamatan Karangsambung, Kebumen.(K24/THR).

 

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan