FSI Cabang Kebumen Siap Dukung Program Sibusah dan Basuh Bupati Kebumen Terpilih

oleh -
Ketua Pengurus Forum Santri Indonesia (FSI) Cabang Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ketua Pengurus Forum Santri Indonesia (FSI) Cabang Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi menyatakan siap mendukung penuh program 100 Hari Bupati Kebumen Terpilih H. Arif Sugiyanto Sh, yakni Sibusah dan basuh. Dimana Sibusah merupakan program untuk mewujudkan santri di Kebumen menjadi sehat dan berkah, sedangkan Basuh yaitu Program Bapak Asuh. Dimana sasarannya adalah santri pondok pesantren yang kurang mampu.

 

Hal itu Ia sampaikan saat ditemui di Kantor Sekretaroat FSI Kebumen, yang berlokasi di Jalan Bumidrijo Desa Jatimulyo Alian kebumen, Minggu 17 Januari 2021. Menurutnya, program ini sangat membantu keberlangsungan pendidikan pesantren terutama para santri dari keluarga yang tidak mampu.

 

‘’ Kami sangat mendukung dan berterimakasih sekali atas kepedulian Bupati Terpilih terhadap pesantren di Kebumen. Tentunya program ini sangat membantu kami di pesantren,’’ucap Gus Fachru didampingi Kabid Humas FSI Tohri Alamsyah.

 

Lebih jauh Gus Fachru yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kebumen itu mengatakan, Sibusah dan Basuh merupakan salah satu program yang akan dicanangkan dalam program 100 Hari Pertama Bupati terpilih H Arif Sugiyanto. Program Sibusah ini nantinya di pesantren akan di selenggarakan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan program lain untuk mendukung Pesantren Sehat. Sedangkan Basuh yaitu Program Bapak Asuh. Dalam hal ini bantuan berupa beasiswa bagi santri dari keluarga kurang mampu yang mondok.

 

Adapun program Sibasuh sementara akan dilaksanak di empat pondok pesantren. Ini meliputi Ponpes Mamba’ul Hisan Kecamatan Mirit, Ponpes Al Kahfi Kecamatan Kebumen, Ponpes Nurul Falah Kecamatan Sruweng dan An Nahdiyah Kecamatan Ayah. Sedang sebagai percontohan yaitu Ponpes Al Istiqomah Kecamatan Petanahan yang sudah menerapkan Program  Pesantren Sehat dan Poskestren.

 

‘’ Untuk program 100 hari kerja, memang baru ada beberapa pondok yang dipilih, tapi saya yakin kiedepan seluruh pondok dipesantren di Kebumen juga akan mendapatkanya. Tentunya kita siap membantu mengawalnya agar program ini berjalan dengan baik,’’imbuh Gus Fachru.

 

Selain itu Gus Fachru juga mengaku di Kabupaten Kebumen masih sering menjumpai sebagian dari kalangsan santri yang memiliki semangat mondok di pesantren, namun memiliki keterbatasan biaya. Seperti di Pondok Pesantren Alhasani Alian misalnya, dari jumlah sekitar 250 santri, ada sekitar 12 santri yang dikategorikan kurang mampu. Hal ini tentu layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah kedepanya.

 

Untuk itu, Pihaknya berharap, kedepan FSI bisa saling bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Kebumen, agar program program tersebut bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

 

‘’ Kami siap bersinergi dengan pemkab mengawal program ini, dengan harapan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga para santri bisa tetap fokus melaksanakan pendidikanya selama di pondok pesantren hingga selesai,’’Pungkas Gus Fachru. (K24/THR).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24