Edarkan Ribuan Pilkoplo. 4 Pemuda Ditankap Polisi

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com, – Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus peredaran obat terlarang jenis Hexymer Atau dikenal dengan Pil Koplo. Dari kasus tersebut polisi berhasil mengamankan 4 orang pemuda beserta barang bukti ratusan butir Pil Koplo dan Hp serta uang tunai Rp 200.000,- (dua ratus ribu urpiah).

Empat tersangka adalah berinstal “KI” Alias CP (20) warga Kecamatan Kebumen dan ditangkap di SPBU Tartarwnangun. Ke dua tersangka “HS” Als IK (23) warga Desa Klirejo Kecamatan Kebumen diangkap di rumahnya.

Kemduain tersangka ke tiga yakni  “WR”, (20) Desa Karangsari Kecamatan Kebumen. Sedangkan tersangka ke 4 yaitu KR Als, AC (23) warga Kelurahan Burnirejo Kecamatan Kebumen. MR dan KA ditangka di rumah MR.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi saat konferensi Pers mengungkapkan, para tersangka adalah sindikat peredaran pil Hexymer di Kebumen. Kasus ini terbongkar berawal dari penangkapan d tersangka KI dan HS pada hari Rabu  6 April 2021 di wilayah Kecamatan Kebumen.

Dari penangkapan itu, Polisi mendapatkan barang bukti 9 paket pil Hexymer yang dikemas plastik klip bening. Masing-masing paket berisi 10 butir pil Hexymer.

“Dari penangkapan itu, selanjutnya kita kembangkan. Lalu kita dapatkan tersangka MR dan KA selaku penyedia barang pil Hexymer kepada tersangka sebelumnya,” jelas AKP Paryudi didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, Rabu 9 Juni 2021.

Kepada polisi tersangka mengaku jika pil Hexymer didapatkan dengan cara membeli online. Tersangka MR dan KA patungan masing-masing 175 ribu Rupiah untuk membeli satu toples Hexymer yang berisi 1000 butir. Dari penjualan itu, Ia mendapat keuntungan berlipat-lipat untuk tiap toples pil Hexymer yang dibelinya. Tiap toples tersangka memperoleh keuntungan  Rp 3.150.000,-.

“Kurang lebih seminggu bisa habis Pak, untuk satu toples. Ya, dijual kepada teman-teman,” jelas tersangka KA.

Adanya kasus tersebit, para orang tua diimbau untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai, anak kita justru menjadi korban penyalahgunaan narkoba jenis Hexymer yang dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.(K24/IMAM).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24