Edarkan Pil Koplo, Mahasiswa Kebumen Ditangkap Polisi

oleh -344 views
FOTO PRES RILIS DI MAPOLRES KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seorang pemuda berinisial AJ (20) warga desa/kecamatan Petanahan Kebumen ditangkap jajaran Sat Resnarkoba karena diduga sebagai pengedar pil koplo (Hexymer) secara ilegal. Tersangka yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kebumen ini ditangkap saat akan berangkat unjuk rasa di depan Gedung DPR Kebumen pada hari Jumat 9 Oktober 2020 sekira pukul 10.00 Wib, di rumah orang tuanya.

 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press release mengungkapkan, dari penangkapan itu pihaknya mengamankan 480 butir pil kuning hexymer atau warga menyebutnya pil koplo yang disimpan rapih dalam kemasan toples putih.

 

Selain itu 3 paket pil hexymer yang disimpan dalam plastik klip bening juga turut diamankan pada saat itu. Tiap paket berisikan 10 butir pil.

 

“Kita amankan selanjutnya kita geledah. Kita dapati barang-barang ini,” jelas Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba AKP Paryudi sambil menunjukkan barang bukti dari tersangka, Kamis 15 Oktober 2020.

 

Berdasarkan pengakuan tersangka, pil koplo itu ia dapatkan dari seseorang dengan cara membeli secara online. Harga untuk tiap toplesnya yakni 360 ribu Rupiah. Adapun Keuntungan dari menjual pil hexymer yakni 5 juta Rupiah untuk tiap toplesnya. Pil itu ia jual kepada teman-temannya dengan harga 50 ribu Rupiah untuk tiap paketnya.

 

Bahkan, Ia juga sudah menjual bertoples-toples pil kuning secara ilegal kepada warga Kebumen. Tersangka mengaku bisnis ilegal itu berawal dari kebiasaannya mengkonsumsi pil koplo beberapa bulan terakhir. Ia merasa tenang jika bisa mengkonsumsi pil koplo atau pil dewa itu. Selanjutnya ia berfikir peluang usaha, karena penyalahgunaan pil hexymer marak di kalangan remaja.

 

“Ia Pak, ini sisa penjualan pil hexymer. Kurang lebih saya jualan sejak bulan Juli 2020. Sudah ada 5 toples yang terjual kalau tidak salah,” terang tersangka AJ.

 

Akibat perbuatanya, Tersangka untuk sementara waktu harus melanjutkan kuliah di balik dinginnya kamar jeruji besi. Ia dijerat Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling  banyak satu miliar rupiah.

 

Perlu diketahui, pil hexymer merupakan obat keras jenis G. Pembelian di apotek harus dengan resep dokter. Pil hexymer merupakan obat dengan kandungan Trihexyphenidyl (Trihex). Dalam medis, obat tersebut biasa digunakan untuk menangani pasien Parkinson maupun penyakit jiwa.

 

Efek yang ditimbulkan yaitu pengguna akan berhalusinasi. Jika digunakan dalam jangka waktu lama, akan mengganggu kesehatan dan bisa menyebabkan kematian.(K24/THR).

 

Tinggalkan Balasan