Kajari Kebumen Slamet Riyanto

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kebumen Slamet Riyanto bakal memanggil pihak pengurus yayasan yang berada di Desa Logede Kecamatan Pejagoan Kebumen, Jawa Tengah. Ini dilakukan menyusul adanya dugaan penipun yang dilakukan yayasan dengan membawa nama Tarekat Al Barokah. Diindikasikan yayasan tersebut telah menjanjikan para jamaahnya, untuk berinfak dengan iming-iming masuk surga.

Kajari yang sekaligus Ketua Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kebumen mengatakan, sebenarnya sudah sejak lama mendagar desas desus adanya dugaan kasus tersebut. Namun hingga kini belum ada satu pun jamaah yang berani malaporkan diri.

“Kita sudah cukup lama mendengar hal ini, dan kita juga telah melakukan upaya penelusuran. Baik melalui Rakor maupun pengumpulan data (Puldata) intinya dalam waktu dekat kita akan panggil ketua yayasannya untuk datang ke kantor Kejari,’’ucap Kajari saat ditemui di kantornya Senin (14/6/2021).

Kajari menjelaskan, pemanggilan ini dilakukan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi adanya dugaan penipuan yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Terlebih pihaknya juga sudah mendengar adanya intimidasi kepada para jamaah sehingga tidak ada satu pun yang berani melaporkan diri.

“Sebelumnya memnang perwakilan dari tarekat tersebut pernah datang langsung ke kantor kami. Mereka datang untuk mengklarifikasi dari versi mereka bahwa kegiatan yang dilakukan tidaklah menyimpang dan laporan laporan keresahan masyarakat tidaklah benar, akan tetapi PU sebagai pimpinan pada saat itu tidak ikut hadir. Mereka membuat surat pernyataan, apabila kegiatan mereka salah, mereka tidak akan mengulanginya lagi, padahal kami belum menyampaikan mana titik kesalahan mereka yang menimbulkan keresahan masyarakat,” imbuh Kajari.

Kajari mengaku, kegiatan mereka memang berjalan di bidang pendidikan dan sosial. Namun disini yang menimbulkan kerugian masyarakat adalah pengumpulan dana infaq yang menghabiskan harta para jama’ahnya. Mirisnya, tidak ada satu pun jamaah yang berani melapor atas kerugian yang telah ditimbulkan. Padahal nilainya cukup fantastis, yakni diperkeriakan mencapai miliaran rupiah.

“Kami mendengar adanya intimidasi yang dilakukan oleh kaki tangan PU kepada masyarakat agar tidak melapor, akan tetapi hal ini belum bisa dijadikan bukti termasuk oleh pihak Kepolisian. Baru ada 2 orang yang membuat laporan ke Polres, dan ini sedang dilakukan pendalaman oleh pihak Kepolisian,’’ tambah Slamet Riyanto.

Sebagai Ketua Bakorpakem, Slamet akan segera melakukan upaya agar dugaan penipuan ini bisa segera terungkap. Diantaranya dengan melihat sejauh mana dampak keresahan masyarakat.

“Nanti kita lihat, ini mengarahkan kemana, apakah ke perbuatan tidak menyenangkan, tindak pidana ataupun penistaan agama,.’’ucapnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kebumen H. Panut mengatakan, dalam upayanya, Kemenag juga sudah membentuk tim penyuluh agama dari desa hingga kecamatan. Ini dilakukan agar kegiatan atau pola pola ke agamaan seperti di Logede bisa diantisipasi sehingga masyarakat tidak mengalami kerugian.

“Seperti contoh awal ibadah haji yang tidak perlu ke Mekah, kemudian adanya statment nikah yang dilakukan di KUA tidaklah sah, hanya saja memang ini butuh waktu dan cukup sulit,’’ujar Panut.

Perlu diketahui, dugaan penipuan ini mencuat berawal dari M. Sachudin selaku ahli waris Tarekat Al Barokah. Dimana ia mengungkapkan, adanya dugaan penipuan dilakukan dengan dalih penebusan dosa oleh seorang warga asal Cilacap berinisial PU. Tidak tanggung-tanggung, ratusan korban mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dalam praktik penipuan, pria berinisial PU ini mendirikan yayasan dengan membawa nama besar Tarekat Al Barokah di Desa Logede Kecamatan Pejagoan. Para jamaah, dimintai infak dengan jumlah variatif yang harus disetorkan ke yayasan. Bahkan hingga menghabiskan harta benda yang dimiliki jamaah.

M. Sachudin mengaku geram atas aksi penipuan dengan mengatas namakan penebusan dosa tersebut. Mirisnya, empat saudaranya turut menjadi korban. Tidak hanya itu, kepada para jamaah PU mengaku sebagai Imam Mahdi.

Sachudin menjelaskan, mulanya PU mengaku ingin menyelamatkan Pondok Pesantren Al Barokah dengan mendirikan koperasi. Namun seiring berjalannya waktu, hal ini dimanfaatkan untuk menipu jamaah dengan iming-iming masuk surga melalui mekanisme yayasan yang dibuatnya.

Ajaran yang disampaikan PU, lanjut Sachudin, menekankan infak dalam jumlah besar. Disisi lain, bagi jamaah yang ingin berhaji tidak perlu bertolak ke Mekah. Sepengetahuan Sachudin, PU menyampaikan ke para jamaah jika bisa berhaji di Desa Logede Kecamatan Pejagoan karena ruh Ka’bah dan Hajar Aswad telah dipindah ke lokasi tersebut.

“Tarekat itu ngaku-ngaku Tarekat Al Barokah, dan disitu hanya untuk mencari dunia oleh pendirinya. Masa kok ya ada tuh Hajar Aswaj dipindah kesitu dan jama’ahnya bisa berhaji disitu,” terangnya.

Sachudin menerangkan, ajaran Tarekat Al Barokah tidaklah seperti yang disampaikan PU. Tarekat mengkaji tingkah laku diri sendiri yakni “Jimat Kalimah Sada”. Yaitu selamat dunia akhirat dengan dunia yang cukup buat ibadah, pendidikan dan makan. Penyimpangan yang terjadi, diakuinya sangat merugikan tarekat.

“Tidak hanya dirugikan tapi dirampok,” tegasnya.

Memang di tarekat sendiri para jamaah diajarkan untuk berinfaq, akan tetapi hanya semampunya dan tidak memaksakan. Berbeda yang diajarkan oleh yang diajarkan di padepokan tersebut, yang diwajibkan menyetorkan seluruh harta benda para jamaahnya.

“Rata rata yang ikut dalam pengajian adalah jamaah baru dan belum tahu sama sekali dengan ajaran dari Tarekat Al Barokah yang asli,” imbuhnya.

Terkait kejadian tersebut, Sachudin meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Kepolisian, MUI dan juga Kemenag dapat mengecek kebenaran dari ajaran Tarekat Al Barokah di Desa Logede. Dirinya berharap, masalah tersebut bisa segera diselesaikan dan mengembalikan kebesaran dan ajaran asli Tarekat Al Barokah.

“Harapannya bisa segera selesai dan bisa kembali ke ajaran yang asli dan tidak menyimpang,” pungkasnya.(K24/Imam)

 

By Redaksi

Redaksi Kebumen24