KEBUMEN, Kebumen24.com,- Adanya peningkataan kasus covid 19 di Kebumen,Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularannya. Salah satu dengan mengeluarkan kebijakan pengetatan PPKM mikro yang berlangsung dari tanggal 14 sampai 28 Juni 2021.

Terkait hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatal Sipil Kabupaten Kebumen, Disdukcapil Kebumen meminta masyarakat yang akan mengurus administrasi kependudukan agar dapat menggunakan layanan berbasis online. Ini dilakukan guna mengantisipasi adanya kerumunan yang dapat berpotensi terjadinya penularan Covid 19.

Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil Kebumen H. Maskhemi saat ditemui diruangannya Rabu, 16 Juni 2021. Menurutnya, pelayanan Online jauh lebih cepat dan mudah tanpa harus jauh jauh datang ke Kota.

Maskhemi mengatakan pelayanan Disdukcapil kini lebih memprioritaskan pelayanan dengan basis online. Meski begitu layanan tatap muka masih terus dilayani, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti halnya pelayanan di Kantor Disdukcapil maupun Mall Pelayanan Publik ( MPP ), serta pelayanan di 26 kecamatan. Masyarakat masih banyak yang memilih datang langsung ke Kantor Disdukcapil. Dalam setiap harinya, tak kurang dari 300 orang yang datang untuk mengurus berkas administrasinya di Kantor Disdukcapil.

” Pelayanan tatap muka baik di Kantor, MPP maupun di Kecamatan tetap kami layani, namun dengan penerapan prokes secara ketat.’’ujarnya.

Untuk layanan berbasis Online, Maskhemi memastikan data Kependudukan di Kebumen aman dan tidak akan ada kebocoran. Melalui aplikasi bernama ‘’Pancen Maen’’ pelayanan akan lebih cepat dan Disdukcapil sendiri menjamin keamanan data Kependudukan masyarakat di Kebumen.

” Memang pada waktu itu pelayanan sempat dihentikan selama 4 hari, tapi kini sudah kembali normal, dan memang saat itu ada 4 Kabupaten di Indonesia yang mengalami kebocoran,Namun untuk Kebumen aman,” Jelasnya.

Selain itu, saat ini Disdukcapil juga memberikan layanan jemput bola, melalui GO Layanan Administrasi Kependudukan ( GoLak)  Layanan ini khusus diberikan kepada ODGJ, Para Difabel dan juga orang tua jompo. Data dari dinas kesehatan ada sekitar 828 ODGJ yang belum dilakukan perekaman KTP- EL di 26 kecamatan di Kebumen.

Pelayanan jemput bola tersebut, tidak hanya dilakukan di kecamatan saja, akan tetapi dari petugas pencatatan sipil juga mendatangi langsung ke rumah rumah. Ini untuk memastikan, semua layanan bisa terlayani kepada masyarakat.

” Kita kunjungi secara langsung, ada yang lewat puskesmas, lewat desa dan ada juga yang langsung kerumah rumah,  kita aktif kesana dan InsyaAllah semua terlayani,” imbuhnya.

Kepada masyarakat diimbau agar lebih memanfaatkan layanan Kependudukan berbasis online. Ini bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat ditengah pandemi covid 19.(K24/IMAM).

By Redaksi

Redaksi Kebumen24