Calon Bupati Kebumen Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Kecamatan Alian

oleh -558 views
FOTO CALON BUPATI MEINJAU LOKASI LONGSOR

ALIAN, Kebumen24.com – Adanya musibah banjir dan tanah longsor yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen mendapatkan perhatian serius dari Calon Bupati H. Arif Sugiyanto SH. Perhatian tersebut ditunjukkan dengan meninjau langsung ke lokasi bencana.

 

Dalam Peninjaun yang dilakukan Senin 26 Oktober 2020 itu. H. Arif Sugiyanto mendatangi dua lokasi. Yakni  di Desa Krakal dan Kaliputih Kecamatan Alian. Dimana, di Desa Krakal merupakan lokasi yang terendam banjir akibat jebolnya Tanggul Sungai Kedungbener yang terjadi pada Minggu malam 25 Oktober 2020 sekira pukul 22 : 00 Wib. Sedangkan di Desa Kaliputih terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan  yang menghubungkan ke Kecamatan Karangsambung dan Wonosobo.

 

Pada kesempatan itu, H. Arif Sugiyanto menyampaikan keprihatinanya atas musibah terjadinya banjir dan longsor. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk penanganan secara bersama sama agar masyarakat yang terdampak bisa segera tertangani dengan baik.

 

‘’ Adanya banjir dan longsor ini pemerintah harus hadir bersama sama memberikan penanganan kepada masyarakat yang terdampak. Utamanya adalah harus ada upaya pencegahan,’’ujar Cabup Arif.

 

FOTO : CALON BUPATI TINJAU LOKASI BANJIR DESA KRAKAL

Arif menyebutkan, Upaya penanganan maupun pencegahan harus diawali dari pemerintah, dalam hal ini BPBD. Mengingat Kebumen merupakan daerah yang kategorinya rawan akan bencana.

 

‘’ Kedepan, BPBD harus memiliki peta yang specifik mana saja daerah yang rawan bencana. Jadi ketika memasuki musim penghujan, masyarakat bisa lebih siap dan waspada,’’imbuh Arif.

 

Lebih jauh Arif juga menegaskan bahwa dalam upaya pencegahan bencana, maka diperlukan kepedulian dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Salah satunya yakni memelihara alam dengan baik. Caranya, adalah gerakan penanaman pohon penahan air harus dikembangkan. Dengan begitu akan tercipta budaya masyarakat yang baik dan kelestarian alam akan terjaga.

 

‘’ Gerakan penanaman pohon juga dikuatkan dengan perda. Misalkan setiap ada pasangan pengantin muda diharuskan menanam lima batang pohon, maka ini secara otomatis masyarakat akan terbiasa dan bisa diwariskan untuk anak cucu nanti,’’terang Arif.

 

H. Arif juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan siaga. Mengingat cuaca yang masih cukup ekstrem dengan curah hujan yang culup tinggi.

 

” Kita semua tentunya tidak berharap musibah terjadi, namun dengan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini bisa mencegah terjadinya dampak musibah yang lebih besar,” tandasnya.(K24/THR).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan