Buron 3 Tahun, DPO Korupsi Dana PNPM Dibekuk Kejari

oleh -490 views
FOTO ISTIMEWA

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kejaksaan Negeri Kebumen dan Karawang berhasil membekuk buron tersangka korupsi. Adalah YP tersangka dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan yang buron 3 tahun lamanya.

 

Perempuan ini ditangkap di daerah Rengasdengklok Kabupaten Karawang, Kamis 8 Oktober 2020 sekira 18.30 WIB. Penangkapan terjadi di rumah orang tua tersangka dengan tanpa perlawanan. Tersangka tiba di Kejari Kebumen pada Jumat 9 Oktober 2020 sekira pukul 21.30 WIB.

 

Kepala Kejari Kebumen Slamet Riyanto melalui Kasi Intel  Faisal Cesario Arapenta menjelaskan, penangkapan buron telah diupayakan pelacakan sejak 2 pekan lalu. Hasil koordinasi dengan Kejagung dan Kajati, tersangka diketahui berada di Karawang. Kemudian bersama Kejari Karawang, pihaknya melakukan penelusuran terhadap tersangka.

 

“Tersangka diketahui berada di rumah orang tuanya,” katanya, Jumat malam.

 

Faisal mengatakan, tersangka sempat kabur saat tim mendatangi kediaman orang tuanya. YP kabur melalui pintu belakang rumah karena petugas sempat tak mengenalinya. Beruntung setelah seharian kabur, tersangka kembali ke rumah dan berhasil diamankan tanpa perlawanan.

 

“Ada perubahan penampilan dari tersangka YP dibandingkan foto KTP tahun 2017 yang kami kantongi,” imbuhnya.

 

Usai menandatangani sejumlah berkas di Kejari, tersangka digelandang petugas ke Polres Kebumen. Faisal menjelaskan tersangka akan dititipkan di tahanan Polres Kebumen untuk 20 hari ke depan. Di lain sisi, jaksa juga akan mempersiapkan berkas untuk meneruskan perkara YP.

 

Sekedar informasi, YP adalah satu dari tiga tersangka korupsi dana PNPM Mandiri Pedesaan Desa Grogolbeningsari tahun anggaran 2013-2015. Dalam perkara ini, YP menjabat sebagai Sekretaris Tim Verifikasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Petanahan.

 

Dirinya membuat kelompok simpan pinjam perempuan yang seolah-olah membutuhkan pinjaman. Namun, saat pencairan uang terjadi tidak diberikan kepada kelompok justru digunakan tersangka.

 

Penetapan tersangka dan perintah penangkapan sudah dikeluarkan sejak tahun 2017. YP yang berstatus tersangka tidak memenuhi panggilan jaksa tiga kali berturut-turut sehingga ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari. Kerugian akibat perbuatan YP dan dua rekannya sekitar Rp 500 juta.

 

Atas perbuatannya YP dan dua rekannya disangkakan pasal 2, pasal 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selama YP dalam pelarian, rekannya telah menyelesaikan putusan pengadilan vonis 1 tahun 4 bulan penjara.(k24/lk).

Tinggalkan Balasan