Bupati Kebumen Luncurkan Program Kembang Kenari

oleh -

KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih secara resmi meluncurkan Gerakan Kekuatan Masyarakat Mbangun Kebon Pangan Lestari (Kembang Kenari). Gerakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan secara optimal sebagai sumber pangan keluarga.

Launching program tersebut dilakukan Kamis 8 April 2021, di Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan. Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan stimulan untuk 44 kelompok penerima manfaat kegiatan pemanfaatan pekarangan di Kabupaten Kebumen tahun 2021.

Bupati mengatakan Gerakan Kembang Kenari menjadi salah satu implementasi Program Tani Mulyo. Gerakan ini penting untuk diikuti masyarakat karena dengan memanfaatkan lahan yang terbengkalai, maupun yang belum optimal. Sehingga dihdarapkan hasilnya nanti dapat mengurangi anggaran kebutuhan dapur rumah tangga, dan mencukupi gizi keluarga, terutama mencegah Stunting.

“Dengan Gerakan Kembang Kenari semoga dapat menurunkan kemiskinan dan stunting. Manfaat lainnya, lingkungan akan menjadi lebih hijau dan asri. Intinya, Kembang Kenari akan membawa dampak baik pada sektor ekonomi, kesehatan, dan lingkungan,” tegas Arif.

Disisi lain Bupai juga menjelaskan bahwa Gerakan Kembang Kenari juga untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan di Kabupaten Kebumen. Ini diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Kebumen Nomor 526/269/2021 tanggal 8 Maret 2021, perihal Gerakan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan.

“Upaya pemanfaatan lahan bisa dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, ternak, dan ikan. Bisa melalui metode hidroponik, vertikultura, akuaponik dan wall gardening. Tidak terlalu sulit, dan tidak berbiaya mahal,” terang Arif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Tri Haryono mengungkapkan Gerakan Kembang Kenari untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar dengan sasaran kelompok wanita tani dan TP-PKK desa.

Mamnfaatkan pekarangan dengan baik sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup, dan bank hidup,” ujar Tri Haryono. (K24/THR/*)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24