, ,

Biar Transparan, Rumah Penerima Bantuan Sosial di Kecamatan Adimulyo Diberi Tanda Label

oleh -4.008 views
Foto ; kegiatan pemasangan Label

ADIMULYO, Kebumen24.com – Sebanyak 102 rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan Program Keluarga Harapan PKH dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sidomulyo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Jawa Tengah dipasangi label.

 

Pemberian labelisasi ini merupakan yang pertama kali di wilayah Kecamatan Adimulyo. Penerapan ini  merupakan inisiatif dari Pemerintah Desa dan telah dimusyawarahkan bersama lembaga desa terkait.

 

Kepala Desa Sidomulyo Rois mengatakan penempelan stiker ini sudah menjadi kesepakatan warga agar transparan dan diketahui siapa saja penerimanya.

 

“Labelisasi ini tujuannya sebagai pendataan agar lebih mudah dalam pengecekan mana saja rumah rumah yang termasuk keluarga pra sejahtera, dan ini merupakan hasil dari kesepakatan bersama dari lembaga desa terkait”, ungkap Rois Selasa , 19 Mei 2020.

 

Foto ; kegiatan pemasangan Label

Rois menambahkan masyarakat yang menghapus atau menutupi tulisan tersebut berarti secara tidak langsung mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH maupun BPNT. Pihaknya juga menuturkan pemberian tanda kepada penerima PKH atau BPNT dilakukan untuk mengedukasi warga desa agat mengalihkan bantuannya yaitu kepada yang lebih berhak dan mengajukan pengunduran diri.

 

“Kita sekaligus berikan edukasi kepada warga, dan bagi warga yang merasa keberatan dan menginginkan mundur untuk segera mengajukan pengunduran diri, agar nantinya bisa dialihkan kepada yang lebih berhak”, imbuhnya.

 

Foto ; kegiatan pemasangan Label

Sementara itu Lukman Tri Atmojo selaku Pendamping Sosial PKH mengatakan labelisasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan dari pemerintah desa khususnya di wilayah Kecamatan Adimluyo. Dirinya berharap gerakan semacam ini bisa menjadi inspirasi  bagi desa desa yang lain.

 

“Gerakan labelisasi ini agar bisa menginspirasi desa yang lain, dan bagi warga yang sudah mampu daiharapkan untuk mengalihkan bantuan tersebut kepada yang lebih berhak dengan mengundurkan diri”, kata Lukman

 

Dari 102 KPM tak sedikit pula yang memilih untuk mengundurkan diri. Berbagai alasan muncul  seperti karena faktor ekonomi yang mulai membaik, ada juga yang karena malu jika rumahnya harus dipasangi label tersebut.

 

Menariknya ada salah satu warga yang memang layak mendapatkan bantuan justru memilih mengundukan diri. Dia adalah Khotimah (55) yang memilih mundur meski seharusnya dia masih berhak mendapatkan bantuan. Dirinya beralasan telah lama merasakan manfaat bantuan dari pemerintah dan ingin mengalihkan ke kelauarga yang lain.

 

“Saya sudah 5 tahun mendapat bantuan, monggoh lah gantian buat yang lain saja”, ungkapnya. (K24/ARTA)

 

Tinggalkan Balasan