Belajar Tatap Muka Batal Digelar, Masyarakat Kembali Gigit Jari

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Amirruddin
Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Amirruddin

KEBUMEN, Kebumen24.com – Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah yang sedianya akan dilaksanakan serentak se-Jawa Tengah pada minggu-minggu ini, sepertinya tidak akan terlaksana di Kabupaten Kebumen. Pasalnya, saat ini masih ada 117 kasus aktif positif Covid-19 yang tersebar di 19 kecamatan.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Amirruddin saat ditemui di ruangannya, Selasa, (6/4/ 2021). Keputusan tersebut diambil pemerintah usai rapat dengan Gugus Tugas dan juga dinas terkait pada Kamis (2/4/ 2021)lalu.

Dikatakan Amir, pertimbangan lainnya adalah dikarenakan sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan dan juga libur lebaran, yang pastinya membuat mobilitas anak didik dan orang tua cukup tinggi. Yang dikhawatirkan akan menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh mereka, sehingga memicu peningkatan kembali jumlah kasus positif Covid-19 di Kebumen.

“Lebih bijaksana, pembelajaran tatap muka diundur setelah bulan Syawal, yang tentunya dilihat perkembangan di bulan Syawal akan seperti apa, mudah mudahan menurun, sehingga PTM bisa dilaksanakan,” jelas Amir.

Disebutkan, Disdik sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bilamana PTM itu diizinkan, yang mana siswa mulai dari berangkat hingga pulang tidak boleh untuk menggunakan angkutan umum. Sedangkan sebelum dimulai pembelajaran para siswa dan guru juga harus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ada, dan setiap kelasnya hanya diperbolehkan terisi 50 persen dari jumlah siswa.

“Apabila PTM itu dilaksanakan, volume kelas hanya boleh terisi 50 persen dan jam belajarnya hanya 4 jam dalam sehari dan dilaksanakan 3 hari dalam seminggu untuk proses belajar mengajar,” ucapnya.

Dikatakan, sekolah-sekolah yang ada di Kebumen saat ini juga telah memenuhi insfratruktur penunjang protokol kesehatan Covid-19 pelaksanaan PTM nantinya. Akan tetapi, semua dikembalikan lagi kepada orang tua, yang apabila menghendaki anaknya untuk tidak turut dalam PTM, juga diperbolehkan dan tidak mengurangi nilai bagi siswa, karena disamping, pembelajaran dengan tatap muka, pembelajaran secara daring juga masih terus berlanjut.

Disamping itu, dalam pembelajaran jarak jauh, SDM guru juga telah disiapkan, dan sebagian besar wilayah di Kebumen juga telah melaksanakan pembelajaran secara daring dengan menggunakan Microsoft 365, maupun Google Classroom. Hal tersebut adalah untuk menyempurnakan dalam melayani para siswa di tengah wabah pandemi Covid-19 saat ini.

Untuk memulai pembelajaran tatap muka, nantinya akan melibatkan semua pihak, mulai dari Desa, Kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Dan pada intinya, semua sudah siap apabila sewaktu waktu akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka, tinggal menunggu keputusan dari Bupati nantinya seperti apa.

” Kondusifitas makro kebumen, yang boleh menindak adalah Bupati, jadi kita tunggu program beliau, jadi kita bisa bertindak setelah mendapat izin dari beliau,”pungkasnya.(K24/Imam)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Jurnalis Kebumen

Tinggalkan Balasan