Bawa Kabur Belasan Ton Beras, Pria Asal Banjarnegara Ditangkap Polisi

oleh -
Foto kegiatan Pres Rilis di Mapolres Kebumen Selasa 8 Juni 2021

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seorang pria berinisial ED alias Gering (40) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara ditangkap Jajaran Kepolisian Polres Kebumen lantaran diduga telah menggelapkan sebanyak 11  ton beras milik Andri Yuvianto (35) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kebumen. Parahnya,  Uang hasil kejahatannya itu, digunakan untuk berkaraoke dan berfoya-foya.

Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen mengungkapkan, tersangka merupakan residivis penipuan yang pernah dipenjara pada tahun 2018 di Purwokerto dengan kasus serupa.

“Tersangka merupakan residivis dan sekarang melakukan penipuan beras 11 ton yang korbannya warga Gombong Kebumen dengan total kerugian sekitar Rp 77 juta,” ungkap Kapolsek Gombong Selasa 8 Juni 2021.

AKP Willy menjelaskan dalam kasus ini, tersangka menggunakan modus bayar kontan untuk pembelian pertama hingga ketiga. Bahkan, untuk meyakinkan korban, tersangka datang bersama seorang perempuan dan anak agar korban menganggapnya sebagai istri dan anak tersangka meskipun hanya teman.

Setelah bisa meyakinkan korban, kemudian tersangka memesan beras kembali sebanyak 11 ton dengan hanya dibayar DP sebesar RP 3,5 juta. Semua beras yang telah dibeli disimpan di sebuah rumah kontrakan di Pemalang Jawa Tengah. Rumah tersebut diakui tersangka sebagai rumahnya.

Namun, setelah pesanan terakhir diantarkan oleh korban, tersangka pun menghilang. Setelah dicek di rumah kontrakan tersangka, ternyata semua beras juga sudah tidak ada. Merasa ditipu, korban pun akhirnya melapor kepada polisi hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk di wilayah Gombong pada akhir April lalu. Dari kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa beras seberat 1,5 kuintal.

“Pembelian pertama 3 kuintal kemudian 2 ton dan 1,5 ton dibayar kontan. Namun pemesanan berikutnya 11 ton hanya dibayar DP sebesar Rp 3,5 juta kemudian tersangka menghilang. Setelah kami selidiki, akhirnya tersangka berhasil kami tangkap di wilayah kami sendiri. Untuk beras hasil penipuan itu dijual oleh tersangka ke daerah Jawa Barat,”imbuh Kapolsek.

Sementara itu, kepada Polisi tersangka yang mengaku sebagai pedagang sembako merasa khilaf telah melakukan penipuan tersebut. Uang hasil kejahatannya itu, digunakan oleh tersangka untuk berkaraoke dan berfoya-foya.

“Saya pedagang sembako, uang hasil penjualan beras itu saya gunakan buat karaokean dan foya-foya,” ucap Gering.

Akibat perbuatanya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen dan dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara.9K24/IMAM).

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Kebumen24