AYAH, Kebumen24.com – Di awal Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah, dimamfaatkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto untuk mendatangi wilayah terpencil, yakni di Dukuh Brenggang, Desa Argosari, Kecamatan Ayah. Kedatanganya ini tak lain hanyalah untuk melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah bersama warga setempat, Selasa 13 April 2021, malam.

Bahkan untuk sampai ke lokasi, membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari pusat kota Kebumen. Daerah yang dilalui Bupati bersama rombongan juga cukup terjal, naik ke atas bukit dengan wilayah yang hampir mayoritas masih hutan, atau pekarangan kosong, tanpa lampu penerangan jalan.

Kondisi ini sempat menyulitkan rombongan Bupati, karena medan yang ditempuh cukup susah, berbelok-belok naik turun, sementara kondisi jalan banyak yang rusak. Namun bersyukur, Bupati Arif akhirnya sampai di lokasi, dan disambut langsung oleh warga sekitar.

Arif sampai ke lokasi setelah sebelumnya lebih dulu mendatangi posko pemantauan hilal Kementerian Agama di Pantai Pedalen, Ayah, dilanjutkan pelaksanaan sidang isbat usai waktu. mahrib. Namun sayangnya berdasarkan pantau Kemenag, hilal di wilayah Kebumen tidak terlihat karena tertutup awan tebal.

Setelah itu, Bupati Arif bergeser ke Argosari untuk melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamah di Masjid Roudlatul Munajat. Berada di baris paling depan, Arif melaksanakan shalat tarawih sampai selesai 23 rakaat. Kemudian selesai itu, Arif menyampaikan ucapan bahagia bisa kembali bertemu dengan warga Argosari.

“Alhamdulillah hari saya bisa merasa senang dan bahagia bisa kembali bertemu dengan warga Desa Argosari, dan diberikan kesempatan oleh Allah bisa menjumpai kembali bulan suci Ramadhan, dan mengawalinya dengan shalat tarawih bersama bapak ibu sekalian. Saya merasa senang,” ujar Arif.

Sebagai anak terlahir dari rahim seorang ibu yang pernah bekerja sebagai guru TK dan ayah sopir truk, Arif sangat merasakan kondisi dan situasi yang dirasakan masyarakat saat ini. Ia sadar di Kebumen masih banyak orang miskin yang perlu dipikirkan nasibnya agar lebih sejahtera.

“Meski saat ini saya jadi bupati, bukan berarti saya sudah lupa dengan masa lalu saya. Sama halnya dengan umumnya masyarakat saya dulu juga pernah merasakan hidup susah, ibu saya hanya seorang guru TK, bapak sopir truk, tapi orangtua selalu menanamkan anak-anaknya untuk tidak pernah lupa mengaji dan belajar. Jadi kita pun pernah merasakan hal yang sama,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa jabatan sifatnya hanya sementara. Justru yang paling ia takutkan dalam mengemban jabatan ini adalah hisabnya di akhirat. Semua kata dia, akan dipertanggungjawabkan. Ia yakin, orang kaya dan yang punya jabatan hisabnya lebih banyak dari yang lain.

“Untuk itu saya selalu berusaha keras dan terus berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan baik. Saya ini ingin jabatan bupati ini sebagai lahan pengabdian untuk masyarakat Kebumen agar kita sama-sama menjadi lebih baik,” ucapnya.

Disela-sela itu, tidak lupa Arif membagikan hadiah untuk masyarakat yang bisa mengafal Pancasila, dan bisa menyayikan shalawat. Tidak hanya itu, Arif juga membagikan paket sembako untuk diserahkan kepada warga sekitar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Arif juga menyempatkan diri, mendatangi rumah salah seorang warga penyandang disabilitas karena dulu pernah jatuh dari pohon kelapa. Ia sempat berdialog dengan pria itu disebuah rumah yang terlihat sangat sederhana, beraalaskan tanah. Inilah pertemuan kedua, dimana sebelumnya saat menjadi wakil bupati, ia pernah menemui pria tersebut. (K24/RILIS Albar).

By Redaksi

Redaksi Kebumen24