Ajak Nginap di Hotel, Bakul Ayam Geprek Setubuhi Gadis di Bawah Umur

oleh -814 views
Foto Ilustrasi dan Tersangka

KEBUMEN, Kebumen24.com – Bagi masyarakat khususnya para orang tua, kejadian ini mungkin bisa dijadikan sebagai pembelajaran agar lebih berhati hati dan aktiv dalam mengawasi pergaulan putra putrinya. Pasalnya, akhir akhir ini kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur sering terjadi lantaran dimungkinkan minimnya perhatian dari orang tua.

 

Seperti pada kasus ini, seorang gadis warga Kecamatan Prembun, sebut saja sebut saja Bunga (16), diduga telah menjadi korban persetubuhan oleh seorang pria berinisial KR (22) warga Desa Wergonayan Kecamatan Mirit. Parahnya lagi, persetubuhan ini dilakukan berulang ulang kali oleh pelaku terhadap korban di sebuah hotel yang berada di Kebumen.

 

Adapun modusnya, KR yang dalam kesehariannya sebagai penjual ayam geprek di Kabupaten Bandung Jabar itu mengajak berkenalan dengan korban. Kala itu itu terangka membawa kendaraan mobil mentereng jenis Honda Brio. Alhasil, ABG mana yang tidak “terkintil-kintil” dengan tersangka KR. Padahal, mobil itu bukan milik tersangka melainkan hanya mobil gadaian dari seseorang. Korban yang hanya gadis desa itu pun jatuh hati kepada “Gaulnya” tersangka KR. Setelah mendapatkan cinta Bunga, tersangka dengan mudah menyetubuhinya.

 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat menggelar pres rilis mengungkapkan, tersangka seminggu sekali pulang Kebumen. Setiap pulang, tersangka meminta jatah berhubungan badan kepada korban.

 

“Terakhir aksi persetubuhan itu dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2020 malam. Persetubuhan dilakukan di sebuah kamar hotel di Kebumen,” jelas AKBP Rudy, Senin 14 September 2020.

 

FOTO KEGIATAN PRES RILIS DI MAPOLRES

Aksi persetubuhan itu terbongkar setelah keluarga curiga korban sering tidak pulang. Saat diintrogasi, korban mengaku pergi bersama kekasihnya dan menginap di sebuah hotel di Kebumen. Saat menginap, korban mengaku berhubungan badan dengan tersangka.

 

Mengetahui hal tersebut, selanjutnya pihak keluarga melaporkan ke Polres Kebumen. Kemudian tersangka KR ditangkap pada hari Minggu, tanggal 06 September 2020 sekira pukul 18.00 wib di wilayah Prembun.

 

Kepada polisi tersangka mengaku sering melakukan persetubuhan layaknya suami istri  dengan korban.

 

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1)  UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.(K24/THR).

Tinggalkan Balasan