6 Kali Keluar Masuk Penjara, Pria Asal Banjarnegara Kembali Ditangkap Karna Mencuri

oleh -265 views
FOTO PRES RILIS KASUS PENCURIAN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Meski telah berulang kali berurusan dengan kepolisian dan 6 kali masuk penjara, namun nampaknya belum juga membuat pria berinisial IS warga kelurahan Parakancanggah Kecamatan/Kabupaten Banjarnegara merasa kapok apalagi insyaf. Kali ini pria berusia 38 tahun itu kembali berurusan dengan hukum karena diduga mencuri seperangkat alat semprot air cuci kendaraan bermotor.

 

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press release, pencurian terjadi pada hari Jumat, 18 September 2020 sekitar pukul 02.30 Wib, di kios cucian sepeda motor/mobil di Desa Selokerto Kecamatan Sempor Kebumen.

 

“Tersangka masuk dengan cara merusak dinding kios yang terbuat dari kalsiboard. Setelah masuk, tersangka mengambil alat cuci motor tersebut,” jelas AKBP didampingi Kapolsek Sempor AKP Sugito, Rabu 28 Oktober 2020.

 

Setelah berhasil mencuri, alat tersebut dijual kepada seseorang. Uangnya digunakan untuk kepentingan pribadinya.  Selanjutnya dari hasil penyelidikan Polsek Sempor, tersangka berhasil diamankan pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 sekira 01.00 Wib di Kecamatan Kaligondang Purbalingga.

 

Tersangka nekad mencuri karena tidak punya pekerjaan lain. Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi pencurian dilakukan sejak tahun 1999. Saat itu tersangka mencuri televisi di daerah Purbalingga.

 

Selanjutnya pada tahun 2010 tersangka pernah mencuri sepeda motor di daerah Purbalingga juga. Pada tahun 2013 tersangka kembali mencuri sepeda motor di wilayah Purbalingga. Pada tahun 2015 tersangka mencuri sepeda gunung dan TV.

 

Pada tahun 2017 tersangka kembali mencuri sepeda motor. Beberapa bulan setelah bebas, tahun 2018 tersangka melakukan penggelapan sepeda motor dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan negeri Purwokerto.

 

Keluar masuk penjara sudah hal biasa bagi tersangka IS. Aksi pencuriannya sering dilakukan malam hari saat semua orang sedang tidur.

 

Menurut tersangka, hal  yang menakutkan bukan melihat hantu, tapi melihat dompet kosong. Karena tidak punya pekerjaan tetap, tersangka sering melakukan kejahatan pencurian untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 5e KUH Pidana, dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 (tujuh) tahun penjara.(K24/THR).