PERISTIWA

Hingga Hari Ketujuh Belum Ditemukan, Satu Korban Wisata Pantai Setrojenar Dinyatakan Hilang, Operasi SAR Resmi Ditutup

537
×

Hingga Hari Ketujuh Belum Ditemukan, Satu Korban Wisata Pantai Setrojenar Dinyatakan Hilang, Operasi SAR Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya pencarian terhadap korban terseret ombak di kawasan Pantai Setrojenar (Parkiran Timur), Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, akhirnya resmi dihentikan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap menutup Operasi SAR pada hari ketujuh (H7), Rabu (8/4/2026), setelah satu korban atas nama Andika Rizki Maulana (11) belum juga ditemukan.

Peristiwa nahas tersebut sebelumnya dilaporkan oleh Pusdalops BPBD Kebumen pada Kamis (2/4/2026) pukul 15.45 WIB. Tiga orang wisatawan anak-anak dilaporkan terseret ombak saat bermain di area pantai yang dikenal memiliki karakter gelombang tinggi.

Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan pencarian secara intensif. Berbagai metode dan peralatan dikerahkan guna memperbesar peluang menemukan korban, baik melalui jalur laut, darat, hingga pemantauan udara.

Dari tiga korban yang terseret, dua di antaranya berhasil ditemukan dengan kondisi berbeda. Regi Muliana (11) berhasil selamat, sementara Ihsan Nur Awali (11) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Adapun satu korban lainnya, Andika Rizki Maulana (11), hingga hari ketujuh operasi dinyatakan belum ditemukan.

Memasuki hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan kembali memaksimalkan upaya dengan membagi area operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet (LCR) dengan jangkauan hingga ±6 nautical mile dari lokasi kejadian. SRU 2 menyisir jalur darat, memperluas area pencarian ke arah barat hingga sekitar 10 kilometer mencapai Pantai Kaliratu, serta ke arah timur hingga sekitar 10 kilometer menuju Pantai Sumberjati.

Sementara itu, SRU 3 mengoptimalkan teknologi dengan menerbangkan drone thermal untuk memantau area dari udara. Penggunaan drone ini diharapkan mampu mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat maupun laut.

Namun demikian, hingga pukul 12.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Operasi sempat dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB. Tim SAR terus bekerja hingga sore hari, namun hingga pukul 17.00 WIB, korban atas nama Andika Rizki Maulana belum juga ditemukan.

Setelah melalui musyawarah antara pihak keluarga korban, tim SAR, serta seluruh unsur yang terlibat, akhirnya diputuskan bahwa operasi pencarian dihentikan. Dengan berat hati, korban dinyatakan hilang.

Penutupan operasi SAR ini sekaligus menjadi akhir dari rangkaian upaya pencarian yang telah dilakukan secara maksimal selama tujuh hari berturut-turut. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras dalam misi kemanusiaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di wilayah pesisir selatan yang dikenal memiliki gelombang besar dan arus bawah yang berbahaya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com