KEBUMEN, Kebumen24.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen terus memperkuat perannya dalam mewujudkan visi kampus “Berdampak, Berkarakter, dan Mendunia”. Langkah strategis ini dilakukan melalui inovasi pembelajaran, pengembangan karakter mahasiswa, serta kerja sama internasional yang luas.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Dekan FKIP UMNU Kebumen, Dr. Alek Andika, M.Pd., dalam wawancara eksklusif bersama Kebumen24.com, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, visi kampus bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah nyata dalam pengembangan pendidikan, khususnya bagi calon guru yang dibentuk di FKIP.
“Berdampak berarti memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Berkarakter artinya mahasiswa memiliki ciri khas positif yang diterima masyarakat. Sedangkan mendunia berarti dampak yang diberikan mahasiswa bisa dirasakan hingga tingkat internasional,” jelas Dr. Alek.
Salah satu bukti nyata implementasi visi ini adalah jaringan kerja sama internasional yang telah dibangun FKIP UMNU Kebumen. Mahasiswa kini memiliki peluang untuk belajar dan melakukan penelitian di negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan. Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperluas wawasan global mahasiswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia pendidikan internasional.
Selain kolaborasi internasional, FKIP UMNU Kebumen juga menekankan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Lebih dari 70 persen proses pembelajaran difokuskan pada penerapan teori melalui proyek nyata yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat.
Salah satu program unggulan adalah Curriculum Material Development (CMD). Mahasiswa calon guru tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengimplementasikan pengembangan kurikulum di sekolah mitra. Program ini memungkinkan mahasiswa melihat secara langsung dampak ilmu yang mereka pelajari, sekaligus melatih kemampuan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia pendidikan.
Tak kalah penting, pembentukan karakter mahasiswa menjadi fokus utama FKIP. Dengan mengintegrasikan konsep moral knowing, moral feeling, dan moral acting, mahasiswa diajak memahami kondisi sosial, merasakan tantangan masyarakat, dan mengambil tindakan nyata yang bermanfaat.
Dalam menghadapi dinamika abad ke-21, mahasiswa FKIP dibekali Empat C: critical thinking (berpikir kritis), creative (kreatif), communicative (komunikatif), dan collaborative (kolaboratif). Keempat kompetensi ini menjadi fondasi agar mahasiswa mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan pendidikan dan masyarakat yang terus berubah.
Lebih jauh, FKIP juga mengaplikasikan konsep 3M: mental, material, dan metode. Mental menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global, material berfokus pada kesiapan kognitif dan sumber daya, sementara metode memandu mahasiswa dalam strategi berinteraksi, bersosialisasi, dan mengelola potensi diri secara optimal.
Menutup wawancara, Dr. Alek Andika mengutip pernyataan tokoh dunia Nelson Mandela, yang menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.
“Education is the best weapon which you can use to change the world,” tuturnya.
Dengan penguatan kualitas pendidikan yang berfokus pada dampak nyata, pengembangan karakter, dan wawasan global, FKIP UMNU Kebumen optimistis dapat mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju cita-cita emas 2045, seiring dengan momentum peringatan 100 tahun Indonesia merdeka secara mandiri.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















