KEBUMEN, Kebumen24.com – Kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, menuai perhatian serius dari PCNU Kebumen. Organisasi keagamaan tersebut menawarkan program rehabilitasi berbasis pendekatan agama untuk membantu pemulihan para korban.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian pada Selasa (7/4/2026). Menurutnya, kasus yang melibatkan komunitas keagamaan ini menjadi perhatian bersama, terlebih jumlah korban mencapai 13 anak dan remaja.
Berdasarkan hasil pendalaman bersama kepala desa, tokoh masyarakat, serta para korban, diketahui bahwa sebagian besar korban masih mengalami trauma mendalam. Dalam kondisi tersebut, menurut Imam Satibi, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Korban tidak bisa dipaksa untuk segera melupakan atau memaafkan. Yang terpenting adalah menghindari sikap menyalahkan korban (victim blaming),” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, PCNU Kebumen menawarkan program rehabilitasi agama. Program ini bertujuan memulihkan kondisi psikologis korban, mengembalikan rasa percaya diri, serta memperkuat mental dan spiritual melalui pendekatan keimanan.
Rehabilitasi tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga mencakup pemulihan psikologis berbasis spiritualitas. Hal ini dinilai penting mengingat peristiwa terjadi dalam lingkungan komunitas agama dan melibatkan figur yang selama ini dianggap sebagai tokoh keagamaan.
“Pendekatan khusus sangat diperlukan agar korban tidak mengalami trauma terhadap agama, fobia agama, maupun gangguan psikologis berkepanjangan,” tambahnya.
Adapun metode yang akan diterapkan meliputi konseling pastoral, bimbingan rohani, restorasi akidah, mujahadah bersama masyarakat, serta pendampingan spiritual secara berkelanjutan.
Jika program ini mendapat persetujuan dari berbagai pihak, PCNU Kebumen siap menerjunkan tim terpadu yang melibatkan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) serta mahasiswa dari perguruan tinggi NU di Kebumen.
Dalam kesempatan tersebut, PCNU juga memberikan apresiasi kepada kepala desa dan para tokoh agama setempat yang dinilai sigap dan proaktif dalam menangani situasi. Kehadiran mereka di tengah masyarakat dinilai mampu meredam potensi amuk massa.
Saat ini, kondisi desa berangsur kondusif. Aktivitas keagamaan mulai kembali berjalan, meskipun pembahasan terkait peristiwa tersebut masih memunculkan reaksi emosional dari sebagian warga. Beberapa korban pun dilaporkan masih mengalami trauma mendalam dan membutuhkan pendampingan intensif.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















